MUI Lampung Minta Semua Masjid Gelar Salat Gerhana, Ini Tata Caranya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung menyatakan telah mengimbau seluruh masjid dan musala di Provinsi Lampung agar melaksanakan salat gerhana

Penulis: Gustina Asmara | Editor: Reny Fitriani
Tribun Lampung/Romi
Ilustrasi - Masjid Al-Ihsan Pangrango Raya Perumnas Way Halim, menggelar salat gerhana bertepatan dengan gerhana bulan total yang terjadi Sabtu (4/4/2015) petang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gerhana super blue blood moon atau gerhana bulan total bakal terjadi di Indonesia dan beberapa negara lainnya, besok, Rabu (31/01/2018).

Atas fenomena alam itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung menyatakan telah mengimbau seluruh masjid dan musala di Provinsi Lampung agar melaksanakan salat gerhana secara berjamaah.

Baca: (GRAFIS) Keajaiban Fenomena Langka Gerhana Super Blue Blood Moon

"Kita telah memberikan imbauan kepada seluruh pengurus masjid/musala melalui pihak MUI kabupaten/kota se-Lampung agar menggelar salat gerhana besok. Mayoritas menyatakan akan menggelar salat gerhana ini," ujar Sekretaris Umum MUI Lampung, Basarudin Maisyir, saat diwawancarai Tribun, Selasa (30/01/2018).

Baca: Selalu Sukses Kulik Narasumber, Najwa Shihab Akhirnya Mati Kutu Saat Wawancarai The Sacred Riana

Dirinya sendiri akan salat gerhana bulan di Masjid As-Sholah di Gunung Sulah dan di Pesantren Al Hikmah Sultan Agung, Bandar Lampung.

Sementara Ketua MUI Lampung Khairuddin Tahmid akan salat di Masjid Nurul Iman Sepang Jaya.

Menurutnya, imbauan untuk menggelar salat ini juga dilakukan pihak Kemenag Lampung.

Diteruskan dia, salat gerhana sifatnya disunahkan karena terkait dengan peristiwa alam agar manusia lebih mensyukuri nikmat Allah SWT.

"Di dalam khutbah nantinya juga dianjurkan agar manusia banyak berdzikir, istigfar, bersedekah. Melalui peristiwa alam ini, kita umat manusia hendaknya mengambil pelajaran dalam hidup, intropeksi diri bahwa hidup ini berputar. Dari terang menjadi gelap, dan itu bisa saja terjadi dalam kehidupan manusia. Karenanya melalui salat itu, kita bersyukur, berintropeksi diri, berpikir," ujarnya.

Salat gerhana sendiri dilaksanakan saat gerhana muncul, sekitar pukul 20.00-22.00 WIB.

Salatnya, kata Basarudin, dua rakaat dengan rukuk dan iftidal dua kali, Al Fatihah dua kali dan membaca surat dua kali.

"Gerhana bulan atau matahari terjadi berkat ketentuan Allah. Jadi kita umat muslim hendaknya berpikir dan bertafakur," pungkasnya.(tna)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved