BPS: Inflasi Bandar Lampung Tertinggi di Indonesia
Kelompok pengeluaran yang paling banyak memberikan andil dalam pembentukan inflasi di Kota Bandar Lampung adalah bahan makanan sebesar 0,64 persen.
Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspitasari
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pada Januari 2018, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 1,42 persen. Inflasi dipicu kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 131,31 pada Desember 2017 menjadi 133,17 pada Januari 2018.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum menjelaskan, inflasi Bandar Lampung adalah yang tertinggi dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya secara nasional.
Baca: Mengapa Lampung Jadi Transit Pengiriman Narkoba? Begini Penjelasan Polda
Dia menyebutkan, kelompok pengeluaran yang paling banyak memberikan andil dalam pembentukan inflasi di Kota Bandar Lampung adalah bahan makanan sebesar 0,64 persen. Disusul dengan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,25 persen.
"Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,37 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,09 persen dan kelompok transport komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen," jelasnya dalam rilis di kantor BPS Lampung, Kamis, 1 Februari 2018.
Baca: Sambil Meringis Kesakitan, Pencuri Ini Curhat ke Polisi
Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, di antaranya, beras, tukang bukan mandor, cabe merah, bimbingan belajar, rokok kretek filter, ayam goreng, rokok kretek. Kemudian mi, ikan layang atau benggol dan cabai rawit.
Inflasi Bandar Lampung menempati peringkat pertama dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya di Indonesia. Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,04 persen. (*)