Gelar Konferensi Pers, Keluarga Terduga Teroris Minta Maaf ke Warga Kota Agung

Pihak keluarga almarhum mengklarifikasi terkait mencuatnya pemberitaan tentang anaknya terduga teroris yang direkrut oleh kelompok paham radikal.

Penulis: Muhammad Heriza | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Riza
Pihak keluarga almarhum Muhammad Jefry, terduga pelaku teroris, menggelar konfrensi pers, di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Senin, 19 Februari 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Heriza

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pihak keluarga almarhum Muhammad Jefry, terduga pelaku teroris, menggelar konfrensi pers, di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Senin, 19 Februari 2018.

Baca: VIDEO - Keluarga Ikhlas MJ Meninggal Akibat Serangan Jantung

Pihak keluarga almarhum mengklarifikasi terkait mencuatnya pemberitaan tentang anaknya terduga teroris yang direkrut oleh kelompok paham radikal.

Baca: Didik: Pegawai Pemerintah Dilarang Ikut-ikutan Sebarluarkan Visi Misi Paslon

"Kami sebagai orang tua dan keluarga dari almarhum M Jefri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat lingkungan Kota Agung yang telah berbesar hati untuk menerima dan mengizinkan kami memakamkan jenazah anak kami Muhammad Jefry di pemakaman umum Kota Agung," kata Mukri, orangtua almarhum Jefri

Menurutnya, pada awalnya pihak keluarga merasa sangat khawatir akan adanya penolakan dari masyarakat kota Agung, mengingat almarhum Muhammad Jefry adalah tersangka pelaku tindak pidana terorisme yang terekrut oleh kelompok berpaham radikal

Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dan komponen masyarakat Kota Agung karena sebagai orang tua Kami merasa telah gagal dan bersalah dalam mendidik dan mengawasi aktivitas anak kami (Muhammad Jefry)

Sehingga almarhum terekrut dalam kelompok radikal dan jaringan terorisme yang menyebarkan ancaman teror kepada masyarakat di berbagai tempat Indonesia. tuturnya

Lebih lanjut sambungnya, semoga apa yang menimpa anak almarhumah diterima menjadi pembelajaran kepada kita semua akan bahaya penyebaran paham radikal di lingkungan kita saat ini.

Mukri percaya sepenuhnya atas bukti bukti keterlibatan anaknya dalam jaringan terorisme serta penjelasan sebab-sebab kematian dalam proses penangkapan yang bukan disebabkan oleh akibat adanya kekerasan fisik melainkan Akibat serangan jantung.

Hal ini dikuatkan oleh penjelasan dokter yang melakukan otopsi dan pemeriksaan secara langsung terhadap almarhum.

Jadi tidak benar jika ada pemberitaan yang menyebutkan seolah-olah kami dilarang atau dihalang-halangi oleh pihak kepolisian untuk melihat dan memeriksa jenazah almarhum. ujarnya

Oleh karena itu, terus Mukri apabila memang ada pihak-pihak yang merasa prihatin serta berempati terhadap musibah yang kami alami melalui siaran pers ini dengan penuh kerendahan hati kami,

memohon untuk berhenti melakukan berbagai upaya atau melemparkan fitnah yang tidak pada tempatnya untuk melakukan otopsi ulang dengan membongkar makam dan sebagainya.

Sebab, kami sebagai orang tuanya sudah mengikhlaskan perjalanan takdir almarhum dan menolak siapapun yang mencoba mempermasalahkannya.

Dikarenakan, upaya-upaya tersebut sama sekali tidak ada faedah dan manfaat baik bagi kami selaku orang tua almarhum Muhammad Jefry maupun lingkungan masyarakat kota Agung tempat kami hidup dan tinggal dengan tentram selama ini. pungkasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved