Ternyata Bulan Kelahiran Bisa Deteksi Penyakit Seseorang di Masa Depan
Terungkap bahwa bulan kelahiran memiliki kaitan erat terhadap penyakit apa yang dapat menimpa kita di kemudian hari.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bulan kelahiran biasanya dikaitkan dengan kepribadian ya Moms.
Siapa sangka, ternyata kapan seseorang lahir juga bisa memengaruhi kemungkinan penyakit yang dideritanya di masa mendatang.
Bagaimana bisa ya?
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Alicante terhadap hampir 30.000 orang.
Hasilnya, terungkap bahwa bulan kelahiran memiliki kaitan erat terhadap penyakit apa yang dapat menimpa kita di kemudian hari.
Baca: Akhirnya Umi Pipik Buka Suara Soal Isu Nikah Siri dengan Sunu. Netizen Langsung Kecewa
Baca: Heboh Hujan Duit hingga Dibatalkan Polisi, Ternyata Ini Cerita Mengejutkan di Baliknya

Profesor Jose Antonio Quesada, penulis utama dalam riset menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan adanya hubungan signifikan antara bulan kelahiran dan masalah kesehatan jangka panjang.
Faktor tersebut antara lain, intensitas seseorang terpapar sinar ultraviolet, vitamin D, suhu setiap bulannya, penyakit musiman, serta virus dan alergi yang memengaruhi perkembangan rahim pada bulan pertama kelahiran.
Para ahli meyakini bahwa perubahan musim dan virus pada setiap musim, terutama musim dingin memiliki pengaruh terhadap perkembangan janin.
Hasilnya, perempuan yang lahir pada bulan Juli memiliki risiko 27% lebih tinggi menderita tekanan darah tinggi dan 40% mengalami inkontinensia (penyakit dimana urin keluar tanpa bisa dikontrol).
Sementara itu, bayi laki-laki yang lahir pada bulan Agustus akan berisiko dua kali lipat terkena asma dibandingkan dengan yang lahir di awal tahun.
Laki-laki yang lahir pada bulan September, ternyata lebih mungkin menderita masalah tiroid dibandingkan mereka yang lahir di bulan Januari.
Namun tak sampai disitu, rupanya riset tersebut juga mengungkapkan bahwa setiap orang juga memiliki keuntungan kesehatan di setiap bulan lahir.
Misalnya, laki-laki yang lahir pada bulan Juni risikonya 34% lebih kecil menderita depresi dan 22% lebih kecil menderita sakit di area punggung bagian bawah.