Tak Kalah Cantik dari Cleopatra, Siapa Perempuan Misterius yang Juga Berpengaruh Ini?

Cleopatra kerap disebut sebagai perempuan paling cantik di dunia. Tapi nanti dulu. Ada perempuan lain yang konon tak kalah cantik.

Editor: Yoso Muliawan
History.com
Lukisan Nefertiti, perempuan yang tak kalah cantik dari Cleopatra 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Cleopatra kerap disebut sebagai perempuan paling cantik di dunia.

Kecantikannya konon sukses meluluhkan hati Julius Caesar, yang kekuasaannya begitu agung itu, yang hendak menguasai Mesir.

Tapi nanti dulu. Ada perempuan lain yang konon tak kalah cantik dari Cleopatra. Namanya: Nefertiti.

Selain pintar, perempuan ini juga punya pengaruh kuat dalam peradaban Mesir kuno.

Kekuatan dan Kecantikan

Neferiti digambarkan sebagai ratu yang memiliki kombinasi kekuatan dan kecantikan.

Ia memiliki tubuh ramping, berbibir merah, serta memiliki mata coklat almond.

Kematian ibu Raja Tutankhamun yang meninggal pada 1336 Sebelum Masehi itu penuh misteri. Makamnya konon tak pernah ditemukan hingga sekarang.

Beberapa teori mengemuka. Satu di antaranya, seperti dilaporkan Kompas.com, makam Nefertiti berada di ruang rahasia di kompleks makam Raja Tutankhamun atau Raja Tut.

Sebuah penelitian yang dilakukan di makam Raja Tut di Lembah Para Raja-raja pada tahun 2015 memberi petunjuk tentang makam Ratu mesir yang hidup pada periode terkaya kebudayaan mesir kuno, antara 1370-1330 SM, ini.

Penelitian yang dilakukan oleh ahli peradaban Mesir asal Inggris, Nicholas Reeves, tersebut mengungkap adanya pintu masuk rahasia di makam Raja Tut.

Hasil penelitian didukung oleh riset pakar radar Jepang, Hirokatsu Watanabe. Ia mengklaim memiliki bukti adanya dua buah ruangan di makam Sang Raja.

"Memang ada. Berdasarkan radar, ada sebuah ruangan di belakang dinding. Tidak diragukan lagi," kata Watanabe.

Berdasarkan temuan itu, sebuah tim peneliti berencana melanjutkan lagi pencarian makam Nefertiti. Tim akan kembali menggunakan sistem radar untuk memindai makam Tut.

Kali ini, pencarian dipimpin tim Universitas Polytechnic Turin, Italia. Tim tersebut merupakan tim ketiga yang melakukan penelitian dalam dua tahun terakhir.

Sumber: Intisari Online
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved