Sebelum Diserbu Komik Jepang, Komik Pertama Indonesia Ini Sempat Berjaya

Pada masanya, komik-komik asli Indonesia sempat berjaya. Ia menjadi hiburan andalan masyarakat.

Editor: Yoso Muliawan
(Kompas.com/Silvita Agmasari)
Komik pertama di Indonesia, Put On, menjadi koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pada masanya, komik-komik asli Indonesia sempat berjaya. Ia menjadi hiburan andalan masyarakat.

Masa tersebut terjadi sebelum kehadiran komik manga dari Jepang.

Komik pertama Indonesia adalah komik humor berjudul Put On. Komik bersejarah ini dibuat komikus Indonesia keturunan Tionghoa bernama Kho Wan Gie.

"Orang Tionghoa dulu banyak yang membuat komik. Mereka memang gemar melukis. Komik sebenarnya salah satu turunan melukis. Hanya saja, diberi balon-balon percakapan," kata pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, Azmi Abubakar, saat ditemui di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (13/3/2018).

Dari potongan artikel Kompas, 6 Mei 1983, berjudul "Khow Wan Gie, Bapak 'Put On', Komik Pertama di Indonesia", disebutkan bahwa Put On adalah komik Indonesia pertama yang muncul pada 2 Agustus 1930.

Komik Put On tayang berseri di koran Tionghoa berbahasa Melayu, Sin Po.

Awal kemunculannya, tokoh komik tersebut sebenarnya belum diberi nama. Baru pada 17 Januari 1931, Put On disematkan pada tokoh komik lucu ini.

Seri Put On sempat dikumpulkan menjadi buku. Kemudian, diterbitkan dan berkali-kali dicetak ulang.

Put On juga pernah berpindah rumah, lantaran Sin Po dibredel pada zaman pendudukan Jepang.

Komik pertama di Indonesia, Put On, menjadi koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.
Komik pertama di Indonesia, Put On, menjadi koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. ((Kompas.com/Silvita Agmasari))

Riwayat Kho Wan Gie

Komikus Put On, Kho Wan Gie, lahir di Indramayu, Jawa Barat, pada tahun 1908.

Kho sempat menjadi penunggu toko. Ia lalu mengukuti kursus di Washington, Amerika Serikat.

Kho pernah bekerja di beberapa surat kabar.

Di Sin Po, Kho berteman dengan pembuat lagu Indonesia Raya, WR Supratman, serta pendiri surat kabar harian Kompas, PK Ojong, ketika bekerja paruh waktu di surat kabar Keng Po.

"Kalau mau jadi pelukis yang baik, yang penting jangan menyinggung siapapun," saran Kho Wan Gie kepada rekan sesama komikus, Ganes TH, yang membuat komuk Si Buta dari Goa Hantu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved