Prinsip Kejujuran Joesoef Selalu Diingat Anak
Ketua LVRI Provinsi Lampung Letkol (Purn) Hi. M. Joesoef Soepriyadi (76) bin Hi Muhammad wafat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Lampung Letkol (Purn) Hi. M. Joesoef Soepriyadi (76) bin Hi. Muhammad wafat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung, Selasa (20/3/2018), pukul 05.30 WIB.
Jasad almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjungkarang, Bandar Lampung selepas salat Dzuhur dengan diantar mobil ambulance dan juga diiringi bersama seluruh keluarga besar.
Baca: Tak Semua Orang Punya, Ternyata Ini Penyebab Munculnya Lesung Pipit di Pipi
Setibanya di TMP, jasad almarhum yang sudah rapi terbungkus kain kafan di dalam keranda dengan diselimuti kain berwarna merah putih (bendera kebangsaan Indonesia) dan rangkaian bunga langsung disambut oleh beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Baca: Cinta Ditolak, Seorang Gadis Nekat Siram Cairan Asam ke Wajah Pria yang Dikaguminya
Prosesi pemakaman Ketua LVRI Lampung dua periode yakni 2008-2013 dan 2013-2018 tersebut dilaksanakan secara militer diikuti sebanyak 65 anggota TNI gabungan Kodim 0410/KBL dan 05/TKP dan juga kurang lebih 150 an anggota LVRI yang berasal dari Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Natar, dan Kota Bandar Lampung.
Letupan suara senapan yang ditembakkan beberapa anggota TNI menyambut langsung kedatangan jasad almarhum yang kemudian diantarkan menuju lubang liang lahat yang sudah disiapkan sebelumnya.
Pelaksanaan pemakaman secara militer dikomandoi oleh komandan upacara, Letnan II infantri, Edi Alpian, sementara bertindak sebagai inspektur upacara adalah Mayor Inf Dominicus Dedy. W. SE.
Beberapa tahapan prosesi dilakukan mulai laporan komandan upacara terhadap inspektur upacara, pembacaan riwayat hidup almarhum, pembacaan apel persada.
Kemudian, dilanjutkan persiapan penurunan jenazah ke liang lahat, pelipatan bendera merah putih, penaburan bunga, Penimbunan tanah ke liang lahat oleh inspektur upacara, hingga penimbunan tanah ke liang lahat oleh perwakilan keluarga, sanak familli dan petugas makam.
"Dalam keadaan berbela sungkawa, karena kita telah ditinggalkan oleh almarhum, kembali menghadap Tuhan YME, marilah kita sama-sama menundukkan kepala sejenak, untuk mendoakan arwah almarhum. Semoga Tuhan mengampuni segala dan menerima segala amal bhaktinya, serta mendapat tempat yang layak di sisi-Nya," ucap Mayor Inf Dominicus Dedy. W. SE, inspektur upacara, mengawali sambutannya.
Kepada pihak keluarga almarhum diharapkan agar dapat menerima keadaan ini dengan penuh kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. "Semoga Tuhan memberikan petunjuk, bimbingan dan perlindungan serta karunia kepada keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.
Setelah selesainya sambutan yang juga dari perwakilan pihak keluarga, maka dilanjutkan pembacaan doa, kemudian penghormatan terakhir kepada arwah dengan hormat senjata oleh komandan upacara.
Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Lampung Letkol (Purn) Hi. M. Joesoef Soepriyadi (76) yang meninggalkan seorang istri, lima orang anak, 13 cucu, dan sembilan cicit, semasa hidupnya pernah berjuang membebaskan Timor Timur sehingga mendapat penghargaan Bintang Seroja.
Joesoef menjadi anggota TNI di usia 18 tahun dan dalam kurun waktu 1969-1977 bergabung di satuan tempur TNI. Saat usia 34 tahun, dia memimpin pasukan melawan Fretelin di Timor Timur.
Pria kelahiran Palembang 27 September 1939 ini, pernah menjadi anggota DPRD Lampung Tengah selama dua periode (1987-1997). Dia mengakhiri karir di TNI pada 1997 sebagai Kepala Seksi Sosial Politik di Korem 043 Garuda Hitam.
Anak keempat Joesoef, Dedi M. Abidin SE, SPd, mengungkapkan bahwa almarhum yang berkarir sebagai tentara memiliki lima orang anak namun tak satupun mengikuti jejaknya.
Baca: Pagi-pagi Zee Zee Shahab Sudah Dibuat Suaminya Menangis, Karena Apa Ya?
Bahkan ayahnya dulu pernah berpesan ke anak-anaknya bahwa menjadi tentara dulu susah. Susahnya kenapa? Gajinya kecil makanya kalau bisa kuliah saja menjadi sarjana kemudian bekerja.
Baca: Komedian Komeng Ujian Skripsi Dapat Nilai A, Ini Judul Skripsinya Yang Tuai Pujian
"Tentara dulu ya maksudnya ini. Jadi gajinya satu bulan habis dimakan hanya satu minggu saja," kenangnya kala itu, saat dijumpai di rumah kediamannya berlokasi di Jl. Sisingamangaraja Gg. Perwira, No 10-11, Gedung Air, Tanjungkarang Barat.
Menurutnya, prinsip yang selalu diingat dan dipegang oleh seluruh anak-anaknya dari sosok sang ayah tersebut adalah kejujuran.
"Makanya beliau pernah berkata kalau dia mau kaya sudah dari dulu ketika menjadi pejabat, tapi hidup itu tidak melulu kaya yang penting halal, berkah, dan terutama rejeki untuk anak," katanya.
Hal lainnya yang dapat diambil pelajaran yakni soal kedisiplinan terutama waktu yang biasanya di militer juga diterapkan dalam keluarga. Walaupun dibilang otoriter namun sebenarnya tujuannya adalah hal yang positif untuk kebaikan.
"Contoh ya misal ketika mengerjakan salat lima waktu saat waktunya tiba maka harus langsung kerjakan dan tidak boleh ditunda-tunda dengan berbagai alasan. Makanya tidak satupun dari keluarga yang tidak hormat dengan bapak (almarhum) jadi apa kata dia ya harus siap," tandasnya.
Sementara, Wakil Ketua II LVRI Provinsi Lampung, Hi. Salimi Muchtar, menuturkan bahwa almarhum semasa hidupnya merupakan sosok yang baik dan tegas dalam memimpin.
"Ya beliau itu pastinya orang baik dan terbukti saat memimpin. Selain itu juga tegas dalam memimpin, namun tetap luwes dalam memberi perintah," kenangnya. (eka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pemakaman-joesoef-soepriyadi_20180321_095641.jpg)