Mengenaskan Gajah Erin Belalainya Terpotong. Pengunjung Sering Beri Uang, Bobotnya 470 Kg

Tak sedikit dari pengunjung yang memberikan bantuan uang untuk membeli susu anak gajah liar tersebut.

Mengenaskan Gajah Erin Belalainya Terpotong. Pengunjung Sering Beri Uang, Bobotnya 470 Kg
Gajah Erin 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Beberapa hari ini, Gajah Erin di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur mendapat perhatian banyak pihak.
Pasca belalainya terpotong tahun 2016 lalu akibat perburuan liar, saat ini kondisinya sudah pulih.
Meski begitu, gajah tersebut masih mendapat perhatian khusus dari banyak pihak.
Gajah Erin terlihat sehat di Taman Nasional Way Kambas, Minggu (25/3).
Sejak belalainya terpotong, pihak Taman Nasional Way Kambas langsung memberikan Gajah Erin pengasuh.
Dia adalah Suko. Suko setiap hari yang menemani Erin makan.
Sampai saat ini, prosedur kesehatan juga masih terus dilakukan terhadap gajah Erin.
Bahkan, pada 23 Maret lalu, Gajah Erin menjalani evaluasi kesehatan oleh tim dokter yang ditunjuk pemerintah.
Tim dokter terdiri dari perwakilan Direktorat KKH (Febriany Iskandar, Joko Nugroho), Dr drh Ligaya Tumbelaka (FKH IPB, PKBSI, PDHI), drh Diah Esti Anggraini (PLG Way Kambas), Koordinator PLG (Elisabeth), dan perwakilan BKSDA Bengkulu (Mukhlas).
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas Subakir menceritakan, saat ini Erin sudah bisa makan dengan normal.
Saat ini usia Erin sudah 4 tahun dan memiliki bobot seberat 470 kilogram (kg). Berat ini jauh dari kondisi sebelumnya.
Ia pun menceritakan, sejak belalai Erin terpotong, banyak pengunjung TNWK yang prihatin.
Tak sedikit dari pengunjung yang memberikan bantuan uang untuk membeli susu anak gajah liar tersebut.
"Walapun sudah pulih dan sehat, tentu kemampuannya terbatas. Karena Erin beda dengan gajah normal lainya. Bahkan di sini banyak pengunjung kasihan, mereka sering kasih bantuan uang untuk beli susu Erin. Allhamdulillah kondisi Erin sudah baik, dan pinter," tutur Subakir kepada Tribun, Minggu (25/3).
Diteruskannya, insiden belalai Erin terpotong pada 23 Juni 2016 itu akibat perburuan liar.
Belalai Elin putus terjerat tali seling pemburu rusa. Sehingga Erin mengalami cacat.
Pasca kejadian itu, Erin langsung dievakuasi Tim Elephant Respons Unit (ERU) Taman Nasional untuk menjalani perawatan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Lampung Timur.
Sampai saat ini, Erin dirawat khusus oleh tim doker dan medis RS Gajah.
Kondisi gajah Erin juga mendapat perhatian serius Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.
Bahkan mantan sekjen MPR/DPR RI ini menjelaskan kondisi gajah Sumatera itu melalui laman facebooknya, Minggu (25/3).
Di laman Facebook-nya, Siti Nurbaya menceritakan, kondisi gajah Erin semakin sehat, aktif, nafsu makan tinggi, aktivitas normal, dan tidak menunjukkan gejala stres.
Khusus terhadap foto luka gajah Erin pada bagian telinga yang diberitakan sebagai jamur, berdasarkan hasil observasi tim dipastikan merupakan tampilan akibat proses pengobatan menggunakan salep untuk mengobati bekas gigitan lebah.
Perawatan sesuai prosedur kesehatan masih terus dilakukan. Tanggal 23 Maret lalu juga telah dilaksanakan evaluasi kesehatan oleh tim dokter.
Erin juga diberi pakan, suplemen dan obat sesuai dengan kebutuhan tindak medik yang diperlukan.
Juga telah diberikan vaksinasi rabies dan anti tetanus.
"Saya mengecam keras kejahatan terhadap satwa dilindungi ini, dan sudah minta Dirjen penegakan hukum jangan kendor untuk memburu pelaku-pelaku kejahatan satwa seperti ini. Jangan sampai ada Erin-erin berikutnya," kata menteri.
Ia pun mengaku mengapresiasi respon cepat Tim Elephant Respon Unit (ERU) Taman Nasional Way Kambas yang berhasil menemukan dan mengevakuasi Erin.
Menurutnya, apa yang menimpa Erin akan selalu menjadi pengingat kita untuk terus menjaga habitat gajah Sumatera.
"Butuh peran serta semua pihak menjaga dan melindunginya," tutur Siti Nurbaya.(romi rinando)

Penulis: Romi Rinando
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved