Polemik Azan Berlanjut, Dosen UI Dicari Rombongan Jawara Sampai Didatangi ke Kampusnya

Polemik Azan Berlanjut, Dosen UI Dicari Rombongan Jawara Sampai Didatangi ke Kampusnya

Penulis: wakos reza gautama | Editor: wakos reza gautama
Facebook
Damin Sada dan Ade Armando 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul "Ibu Indonesia" menjadi polemik. 

Puisi yang dibacakan pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week, dianggap telah melecehkan agama Islam. 

Baca: Belum Pernah Menikah Dan Bercerai, Artis Cantik Ini Kesulitan Jadi Janda Seksi

Ini dikarenakan, di dalam bait puisi itu membandingkan antara suara azan dengan kidung, antara cadar dengan konde. 

Setelah viral dan menuai kecaman dari beberapa kalangan, Sukmawati akhirnya meminta maaf. 

Ia mengaku tidak bermaksud melecehkan dan menyinggung perasaan Umat Islam. 

Ternyata masalah puisi dan azan masih berlanjut. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Dosen Universitas Indonesia Ade Armando

Ade membela puisi Sukmawati yang menurutnya tidak mengandung unsur pelecehan terhadap agama apapun. 

Pendapat ini Ade tulis di akun Facebook nya. 

"Azan tidak suci. Azan itu cuma panggilan untuk shalat. Sering tidak merdu. Jadi biasa-biasa sajalah.."

Postingan inilah yang membuat berang beberapa kalangan. Salah satunya ternyata adalah jawara Bekasi Damin Sada

Melalui akun Facebook nya, Damin Sada mengemukakan akan membuat perhitungan dengan Ade Armando

Baca: Bupati Winarti Minta Manajemen SPBU Utamakan Pembeli Non-Pengecor

Baca: (VIDEO) 167 Siswa SMAN 2 Kota Agung Ikut UNBK Tanpa Kendala 

Baca: Yusuf Kohar Lantik Dua Pejabat Eselon II Definitif dan Enam Plt

Ade membalasnya. 

"Pak Damin Sada.
Tolong berikan bukti yang menunjukkan saya mendiskreditkan nilai-nilai keislaman.
Kalau saya memang menghina Islam, tentu saya layak dilaknat Allah.
Tapi saya tidak pernah merasa menghina Islam.
Barangkali Bapak bisa tunjukkan kesalahan saya?
Saya khawatir kalau Bapak ternyata tidak bisa membuktikan tuduhan Bapak terhadap saya, bapak sendiri yang akan dilaknat Allah." tulisnya di akun Facebook. 

Tak puas, Damin Sada mengunggah foto surat dari Dewan Pimpinan Pusat Jawara Jaga Kampung Nusantara (jajaka Nusantara) yang ingin meminta bertemu dengan Ade untuk klarifikasi. 

Ade Armando pun akhirnya memberikan klarifikasinya terkait ucapannya mengenai azan tidak suci. 

"SOAL AZAN YANG TIDAK SUCI

Gara-gara saya menulis bahwa ‘azan itu tidak suci’, saya dihujat kanan-kiri.

Ada yang mau bikin perhitungan. Ada yang bilang saya menodai Islam. Ada yang berdoa agar Allah melaknat saya. Ada yang bilang, darah saya halal.

Reaksi negatif semacam ini, menurut saya, mencerminkan kekurangpengetahuan tentang Islam. Kalau saja teman-teman yang protes ini menyempatkan waktu belajar kembali tentang Islam dan sejarah Islam, mereka tentu tidak perlu marah-marah.

Begini lho.

Apa sih yang dalam Islam dipandang suci? Allah jelas Maha Suci. Al Quran jelas suci karena merupakan kumpulan ayat-ayat Allah. Tapi azan?

Azan seperti yang kita kenal saat ini bukanlah perintah Allah.

Bacalah sejarahnya.

Praktek azan dimulai pada tahun ke-2 Hijriah. Ini dimulai dengan musyawarah antara Nabi Muhammad dan para sahabat tentang apa cara terbaik untuk memberitahu umat Islam bahwa sudah tiba waktu shalat. Harap catat, saat itu tidak ada jam.

Ada beberapa ide dikemukakan sahabat. Ada yang bilang, kibarkan saja bendera. Ada yang mengusulkan, tiup terompet. Ada pula ide membunyikan lonceng. Ada yang menyarankan, menyalakan api. Tapi akhirnya yang dipilih adalah memanggil orang shalat dengan mengumandangkan azan seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jadi ini adalah hasil kesepakatan Nabi dan para sahabat.

Dan format azan itu sendiri juga bukan berasal dari wahyu Allah, melainkan berdasarkan mimpi seorang sahabat bernama Abdullah bin Zaid (menurut kisah Abu Dawud). Ia mengatakan bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pria yang mengajarinya mengumandangkan azan. Mimpi itu disetujui oleh nabi Muhammad.

Menurut saya, kisah ini bisa sangat membantu kita memahami bahwa azan itu bukanlah hal yang sakral karena hakekatnya adalah cara untuk menyatakan waktu shalat sudah tiba. Sebuah penanda waktu.

Karena itulah, di Universitas Indonesia misalnya, kuliah atau diskusi akan jalan terus walaupun terdengar azan. Karena itu pula, mayoritas umat Islam saat ini sudah tidak merasa perlu menunggu kumandang azan untuk tahu apakah waktu shalat sudah tiba, karena sudah ada jam sebagai penanda waktu.

Karena itu juga, muazin (mereka yang mengumandangkan azan) tidak selalu merdu mengumandangkan azan, karena kemerduan suara bukan prasyarat mutlak untuk menjadi muazin.

Jadi begitulah. Hakekatnya, azan itu adalah seruan untuk menyatakan waktu shalat sudah tiba sekaligus mengajak orang untuk shalat. Kumandang azan pun tidak selalu merdu, karena hakekatnya memang tidak berurusan dengan estetika. Mau dibaca datar-datar saja juga boleh. Tidak ada yang melarang.

Jadi begitu ya. Menurut apa yang saya pelajari, azan itu tidak suci. Kalau Anda tidak setuju silahkan dan ajukan argumentasi Anda." tulis Ade Armando di akun Facebook nya. 

Tampaknya Damin Sada dan para jawara Jajaka Nusantara tidak puas dengan klarifikasi tersebut.

Dikabarkan mereka sampai mendatangi kampus UI.

Baca: Benarkah Ivan Gunawan Sombong dengan Fans? Video Ini Jadi Buktinya

Baca: Tidak Hanya Artis Indonesia, 5 Seleb Hollywood Ini Juga Pernah Ketahuan Posting Foto Palsu

Kedatangan mereka untuk mengirimkan surat permintaan klarifikasi ke UI.

"Sdr Ade Armando.
Nampaknya anda senang sekali berpolemik dan mengumbar opini di media sosial.

Surat Resmi permintaan Klarifikasi telah saya kirimkan, Lebih baik anda jawab saja terkait itu (Alamat dan Telepon jelas Tertera) dan tak perlu mempermasalahkan hal remeh teknis penulisan surat yang insyaAllah semua akan terjawab bila nanti bertemu.

(Kapan dan Dimana) silahkan anda yg tentukan saya siap merapat, dan tak perlu takut bila perlu undang polisi atau sekalian di kantor polisi.

Dan... Menurut anda mungkin Kami "terbelakang", tapi insyaAllah kami cinta Agama dan Negara, karena bagi kami, buat apa "Pinter" kalo keblinger !" tulis Damin Sada

Ade Armando menanggapi perihal permintaan pertemuan klarifikasi Damin Sada

"Bung Damin Sada.
Anda mau diskusi dengan saya, silahkan.
Seperti yang saya tulis, Anda saja tentukan tempatnya.
Saya hanya minta di daerah Menteng.
Kalau maunya di kantor polisi, ya silahkan atur.
Anda yang mengundang, Anda yang mengatur." tulis Ade Armando.

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved