Berita Video Tribun Lampung
VIDEO - Festival Teluk Stabas 2018: dari Parade Budaya Hingga Perlombaan Seru
Tahun ini, Festival Teluk Stabas digelar pada hari ini 16 april hingga 23 April 2018..
Penulis: dennish prasetya | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Dennish Prasetya
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESBAR - Provinsi Lampung sangat banyak sekali potensi wisata alamnya. Kali ini ada Festival Teluk Stabas di Kabupaten Pesisir Barat.
Festival Teluk Stabas jadi genderang pembuka gelaran even tahun ini. Festival ini merupakan agenda rutin dan sudah diselenggarakan untuk kali kelimanya. Tahun ini, Festival Teluk Stabas digelar pada hari ini 16 april hingga 23 april 2018.
Baca: GRAFIS: Cara Bijak Berikan Gadget Pada Anak
Tentu saja banyak kemeriahan yang akan dihadirkan. Ada berbagai perlombaan dan gelaran budaya Lampung Sai Batin. Harapannya bisa menjadi sarana mempopulerkan kearifan lokal Pesisir Barat.
Baca: Beli Tiket Kereta Api via Online Bisa Pilih Kursi dan Gerbong?
Lomba-lomba antara antara lain; Parade Budaya, Lomba Nyulam Tapis, Lomba Nyelimpok Gelamay, Lomba Ngunduh Damar dan Lomba Tari Adat Lampung. Selain itu, ada Lomba Mawalan, Lomba Tari kreasi, Lomba Ngukor Kelapa, Lomba Burung berkicau, Lagu Lampung, lomba kuliner, dan Lomba Video Wisata.
Untuk parade budayanya mengambil tema “Sasuduk”. Ini merupakan adat masyarakat pesisir barat yang biasanya digelar saat ada upacara pernikahan atau kematian.
Baca: Bukan Ayu Ting Ting, Artis Cantik Ini Dikhawatirkan Jadi Orang Ketiga Raffi Ahmad-Nagita Slavina
Pada prosesi “Sasuduk” ini, masing-masing keluarga akan membawa bahan makanan di dalam bakul anyaman untuk membantu si empu hajat. Biasanya di dalam bakul anyaman tersebut berisikan beras, gula pasir, garam, kelapa, kue-kue, telur, ayam, sayuran, dan lain-lain.
Parade ini sendiri dimaksudkan untuk melestarikan serta memancing minat masyarakat luar akan cultural heritage “Sasuduk”. Peserta parade budaya nantinya mulai berjalan dari Tugu Tuhuk Pasar Krui menuju panggung utama di Kawasan Wisata Labuhan Jukung Krui.
Di sana mereka akan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk membuat Nyelimpok Gelamay.
Selimpok Gelamay sendiri merupakan makanan kecil terbuat dari tepung terigu, sagu, gula pasir, gula merah, kelapa parut, vanili, jahe halus, serta air. Semua bahan ini diaduk jadi satu sampai merata lalu dibungkus daun khiliek (bisa juga daun pisang) dan dikukus sampai matang.
Selain itu, salah satu lomba lain yang mengandung nilai local wisdom adalah lomba Ngunduh Damar. Adapun Ngunduh Damar merupakan kegiatan mengambil getah damar di atas pohon damar.
Kegiatan ini masih menggunakan alat tradisional, seperti kapak, ambon atau tali pemanjat, tembilung atau bakul atau ember kecil. Peserta pria atau wanita boleh ikutan. Penilaian lomba secara perorangan meliputi kebersihan damar dan jumlah damar yang didapat dalam waktu yang ditentukan.
Akan ada lomba juga untuk pecinta kuliner. Lomba ini merupakan lomba memasak menggunakan bahan dasar Iwa Tuhuk/ikan blue marlin khas Pesisir Barat, loh. Nantinya ikan tersebut diolah jadi masakan khas Pesisir Barat seperti Sop Tuhuk, Gulai Tuhuk, Bagar Tuhuk, Tapa Tuhuk, Sate Tuhuk, dan lainnya.