Begitu Sadar, Eka Mendapati Anaknya Sudah Berada di Dasar Kolam
Sementara Eka mengurusi si bungsu. Begitu tersadar, ia baru tahu kalau Icha sudah berada di dasar kolam.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rekreasi berujung petaka terjadi di kolam renang Mekar Jaya Center (MJC), Jalan Minak Sangaji Raya, Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung.
Tanpa pengawasan dari orangtua, bocah perempuan bernama Alifzua Meyca Nafisya (8) tenggelam, Minggu, 15 April 2018 siang.
Anak pasangan Eka Agus Saptriani (27) dan Sudarjo (30), warga Jalan Pramuka, Gang Apulkat Dermawan IV, Sumber Rejo, Kemiling, itu pun meninggal dunia.
Baca: Hasil SNMPTN Sudah Bisa Dicek Pukul 17.00 WIB, Ini Link-nya
Eka, ibunda korban, mengatakan, saat itu ia mengajak ketiga anaknya berenang di kolam. Ia pun membiarkan bocah yang biasa disapa Icha itu bermain di kolam bersama adiknya.
Sementara Eka mengurusi si bungsu. Begitu tersadar, ia baru tahu kalau Icha sudah berada di dasar kolam.
"Iya anak saya namanya Icha yang tenggelam kemarin. Minggu siang, sekitar jam 11 siang lewat berapa menit kejadiannya. Jadi awalnya anak saya itu bermain di tempat (kedalaman) 55 cm. tapi, udah itu bergeser ke tempat kedalaman 100 cm," ungkap Eka saat ditemui di rumahnya, Selasa, 17 April 2018.
Saat itu, Eka mengaku sedang mengurusi anak bungsunya. "Nah, tiba-tiba anak kedua saya itu manggil saya. Saat saya hampiri, tahu-tahu anak saya Icha sudah di dasar kolam," sebutnya.
Baca: Cek Kebenaran Survei Rakata, KPU Bentuk Dewan Etik
Secara spontan, Eka meminta tolong kepada orang sekitar. "Di sana itu cukup sepi. Nah, ada tiga orang cewek. Saya minta tolong diangkat ke atas. Sedang penjaganya nggak tahu nggak muncul," tuturnya.
Menurut Eka, saat diangkat itulah anaknya sudah mengeluarkan busa dari mulut dan hidung.
"Selang lima menit, penjaga datang dan memberi pertolongan dengan membawa ke (klinik) Kosasih. Tapi, di sana nggak bisa menangani. Lalu dilempar ke (RS Amin) Malahayati. Tapi, di sana tidak dapat tertolong," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bocah-tenggelam_20180417_191050.jpg)