VIDEO: Kemeriahan Lomba Tari HUT Ke-3 Museum Kekhatuan Semaka
Ada dua kategori yang dilombakan, yakni tari kreasi tradisional bagi penari perempuan dan tari khakot (pencak silat) bagi penari laki-laki.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Sebanyak 15 grup memeriahkan lomba tari dan khakot memperingati HUT Ke-3 Museum Kekhatuan Semaka.
Menurut Abu Sahlan gelar Pangeran Penyimbang Ratu Semaka Keturunan ke-13 Ratu Tunggal Balak Kuasa, 15 sanggar tersebut berasal dari tiga kecamatan, yakni Bandar Negeri Semong, Semaka, dan Wonosobo.
"Lomba ini digelar selain untuk memeriahkan HUT Museum Kekhatuan Semaka, juga untuk melestarikan budaya Lampung. Kegiatan ini kami lakukan agar adat budaya di wilayah kami tetap terjaga," kata Pun Sahlan, sapaan akrabnya, Kamis, 19 April 2018.
Baca: Peristiwa 415 Tahun Sekali: Meteor Lyrid Hujani Bumi Pekan Ini, Catat Tanggalnya
Sebagai penerus silsilah kerajaan Kekhatuan Semaka, ia lebih memilih pelestarian adat lewat seni dibanding menggelar ritual sakral. Sebab, lebih melibatkan masyarakat untuk mempertahankan budaya.
Ada dua kategori yang dilombakan, yakni tari kreasi tradisional bagi penari perempuan dan tari khakot (pencak silat) bagi penari laki-laki.
"Tahun depan kami akan lakukan lebih besar lagi di Taman Kota Agung. Supaya seluruh kecamatan di Tanggamus bisa ikut," ujar Sahlan.
Baca: Kisah Pilu Kakek Stroke yang Tewas Terpanggang di Kamarnya
Ia mengaku, kegiatan ini dan adanya Museum Kekhatuan Semaka berkat bantuan PT Nataran Maining. Sebab, perusahaan ini juga ingin adat dan budaya Lampung tetap terjaga.
Berikut daftar juara lomba:
Tari Kreasi
Juara 1: Sanggar Tari Pekon Kunyayan
Juara 2: Sanggar Tari Pekon Way Kerap
Juara 3: Sanggar Tari Pekon Negeri Agung
Tari Khakot
Juara 1: Pekon Sanggi
Juara 2: Pekon Gunung Doh
Juara 3: Pekon Karang Agung