Berita Video Tribun Lampung
(VIDEO) Lasem Ingin Wujudkan Mimpi Anaknya Sembuh dari Kelumpuhan
Lasem (55), kini hanya bisa pasrah menerima kondisi anaknya, Supriatin (15) yang mengalami lumpuh dan tidak bisa berbicara dengan normal
Penulis: Okta Kusuma Jatha | Editor: soni
Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Lasem (55), kini hanya bisa pasrah menerima kondisi anaknya, Supriatin (15) yang mengalami lumpuh dan tidak bisa berbicara dengan normal. Segala upaya telah dilakukannya bersama suami untuk mengobati sang anak.
Namun keterbatasan biaya, ia dan suami tidak lagi bisa membawa sang anak yang beranjak dewasa itu untuk berobat ke dokter. Ia hanya berharap ada uluran tangan dari para dermawan yang bisa membantu sang anak. Kepada Tribun, Lasem menceritakan perihal kondisi anaknya Supriatin yang lumpuh sejak masih balita.
Baca: Foto Tanpa Busana Artis-artis Ini Sempat Beredar di Internet, No 4 Blak-blakan
Baca: UNBK di Sumber Rejo dan Kota Agung Sempat Pemadaman Listrik
Kondisi yang dialami putrinya tersebut, bermula saat masih berusia 2 bulan di tahun 2003. Kala itu sang anak mengalami panas tinggi dan dibawa ke dukun bayi untuk diurut. Namun karena panas yang dialami anaknya kala itu tidak juga turun, ia dan sang suami sempat membawa ke dokter. Saat itu dokter memberi rujukan untuk ke rumah sakit di Kalianda.
“Waktu itu saya tidak ditanggapi. Malahan saya ditanya apa ada biaya untuk berobat anak saya,” ujarnya, Senin, 23 April 2018. Keinginan agar sang anak bisa sembuh membuatnya dan suami harus merelakan sawah seluas seperempat hektar untuk dijual. Hasil penjualan sawah ini digunakannya untuk mengobati sang anak.
Namun hasilnya, kondisi Supriatin tetap tidak berubah. Bahkan Lasem dan sang suami menjual bangunan rumahnya kala itu guna bisa mengobati sang anak. Ia dan sang suami pun terpaksa pindah ke rumah orang tuanya.
“Tapi meski sudah menjual bangunan rumah dan sawah, belum cukup untuk mengobati anak saya secara tuntas,” kata Lasem yang setiap hari harus mengurusi sang buah hati yang mengalami kelainan.
Dengan suami yang hanya sebagai buruh tani, kondisi ekonomi keluarga mereka pun tidak lagi mampu untuk membawa sang anak berobat ke dokter. Supriatin tumbuh tidak seperti anak-anak lainnya. Buah hati Lasem dan Suratman sang suami ini baru pada usia 3 tahun mampu duduk sendiri.
Keinginan kuatnya untuk terus berusaha mengobati anaknya terhadang kondisi ekonomi keluarganya yang kekurangan. Lasem dan keluarganya tidak mendapatkan program jaminan kesehatan BPJS, seperti keluarga miskin lainnya.
Padahal pihak kelurahan sudah mengetahui kondisi keluarganya. Terutama kondisi putrinya Supriatin yang mengalami lumpuh dan tidak bisa berbicara normal seperti halnya anak-anak lainnya.
“Mungkin karena saya tinggal ditempat orang tua yang rumahnya permanen cukup baik, saya dan keluarga dinilai cukup mampu. Sebenarnya pihak kelurahan sudah tahu kondisi keluarga saya. Terutama anak saya yang mengalami lumpuh,” terang Lasem.
Ia pun sangat berharap akan ada dermawan yang bisa membantu untuk pengobatan sang anak. Ia ingin putrinya Supriatin bisa seperti anak-anak lainnya. Bisa bermain dan bersekolah.
Namun untuk saat ini, Ia juga berharap ada berharap ada bantuan kursi roda yang bisa membuat putrinya tidak hanya terbaring dikamar atau duduk dilantai rumah. Tetapi juga bisa berkeliling diluar rumah. “Sebagai orang tua tentu saya berharap anak saya bisa sembuh. Bisa berjalan normal seperti anak lainnya,” tandasnya. (*)
Sumber: Facebook Tribun Lampung
Videografer: Okta Kusuma Jatha