Ternyata Ini Penyebab Harga Xiaomi Murah

Pihak Xiaomi menyatakan bakal terus memegang prinsip sebagai vendor smartphone berspesifikasi tinggi dengan harga terjangkau.

Kimovil
Xiaomi Redmi 5A 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Xiaomi menjadi salah satu ponsel yang laku keras di Tanah Air. Ponsel asal China ini dikenal murah tapi memiliki spesifikasi yang gahar.

Tak jarang, produknya ludes terjual hanya dalam hitungan menit.

Contohnya saat Flash Sale di sebuah online shop, tercatat Xiaomi Redmi 5A habis terjual hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.

Hal ini membuktikan ponsel ini cukup diminati di Indonesia. Hal ini juga tak lepas dari harganya yang murah dan spesifikasinya yang terbilang sangat baik.

Baca: Viral Bayi Xiaomi di Lampung, Ini yang Dilakukan Presiden Xiaomi di China

Pihak Xiaomi menyatakan bakal terus memegang prinsip sebagai vendor smartphone berspesifikasi tinggi dengan harga terjangkau.

Setidaknya begitu yang dikatakan CEO Xiaomi Lei Jun di sela-sela peluncuran Mi 6X, Rabu (25/4/2018) lalu, di Wuhan University, China.

Lei Jun berjanji semua produk Xiaomi hanya akan meraup profit maksimal lima persen dari harga penjualan.

Produk yang dimaksud mencakup smartphone, perangkat Internet of Things (IoT), serta perangkat gaya hidup semacam wearable.

Baca: Xiaomi Segera Luncurkan Ponsel Mi A1 dengan 6 Kamera?

Perlu dicatat, profit lima persen itu benar-benar bersih, di luar pajak dan biaya operasional lainnya.

Kendati demikian, angka lima persen terbilang sangat kecil untuk keuntungan penjualan perangkat elektronik.

Lei Jun cukup berani melontarkan janji tersebut mengingat persaingan industri ponsel semakin ketat.

Untuk bertahan, para vendor harus menyusun strategi apik agar mampu menghimpun massa sembari mengambil untung yang besar.

Salah satu caranya, pabrikan smartphone berlomba-lomba masuk ke pasar low-end untuk merangsang daya beli masyarakat.

Baca: Bukan Pamer Harta, 7 Hal Ini Dihindari Orang yang Benar-benar Kaya

Akan tetapi, mereka juga tak tanggung-tanggung mematok harga mahal untuk produk flagship demi meraup untung sebesar-besarnya.

Dari beberapa pengoprekan yang dilakukan warganet secara mandiri, ditemukan harga produksi perangkat flagship yang terpaut sangat murah dibandingkan harga jualnya.

Misalnya saja Samsung Galaxy S9+ yang harga produksinya ditaksir sekitar Rp 5,2 jutaan dan dijual sekitar Rp 12 jutaan.

Profitnya berkisar 56 persen, meski belum bisa dibilang profit bersih.

Sementara itu, biaya produksi iPhone 8 diperkirakan hanya Rp 3,4 juta dan dijual mulai Rp 10,7 juta. Keuntungannya bahkan mencapai 68 persen, meski belum bersih. (Fatimah Kartini Bohang/Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Xiaomi Janji Selamanya Cuma Ambil Untung 5 Persen

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved