Pilkada Lampung Utara 2018

Debat Perdana Pilkada Lampung Utara, Begini Adu Program Tiga Cabup-Cawabup

Adu program mewarnai debat perdana tiga pasangan cabup-cawabup Lampung Utara, Senin (30/4/2018) malam.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Yoso Muliawan
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
Debat kandidat perdana Pilkada Lampung Utara 2018 berlangsung di Aula Hotel Graha Wisata, Kecamatan Abung Selatan, Lampura, Senin (30/4/2018) malam. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ANUNG BAYUARDI

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Adu program mewarnai debat perdana tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Lampung Utara di Aula Hotel Graha Wisata, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, Senin (30/4/2018) malam.

Pada segmen pertama debat Pilkada Lampung Utara 2018, pasangan nomor urut 1 Zainal Abidin-M Yusrizal (ZA) memaparkan enam program "Lampura Bangkit".

Antara lain pembangunan polsek baru, puskesmas di setiap desa, dan beasiswa bagi santri berprestasi.

"Kami juga akan memberi subsidi dana desa Rp 150 juta per desa per tahun," ujar Zainal.

"Selain itu, menciptakan lapangan kerja baru di desa-desa dengan memberdayakan pemuda- pemudi," imbuhnya.

Masih segmen pertama, pasangan nomor urut 2 Aprozi Alam-Ice Suryana (Oce) berjanji menjadikan Lampura sebagai basis utama pertanian level provinsi hingga nasional.

"Kami juga akan mengembangkan perikanan air tawar," kata Aprozi.

"Sementara pendapatan UKM (usaha kecil menengah) dan IKM (industri kecil menengah), kami targetkan 10 hingga 20 persen lewat program pemberdayaan," jelasnya.

Pasangan nomor urut tiga Agung Ilmu Mangkunegara-Budi Utomo (Abdi) membeberkan beberapa keberhasilan sekaligus penghargaan tingkat nasional selama lima tahun kepemimpinan Agung sebagai bupati.

"Angka kriminalitas turun berdasarkan data yang ada. Kuliah mahasiswa juga kami biayai," kata petahana Agung.

"Ada program melahirkan gratis bagi ibu hamil. Semuanya tinggal melanjutkan. Pembangunan di Lampura butuh kekompakan," imbuhnya.

Pada sesi kedua, ZA mendapat pertanyaan dari dewan pakar terkait upaya membangun kerja sama yang sinergi agar visi misi terwujud.

Zainal menyatakan, program pemerintah daerah akan selaras dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo.

Sementara Oce mendapat pertanyaan tentang kapasitas keuangan daerah untuk mewujudkan visi misi.

Menjawab pertanyaan itu, Aprozi menyatakan akan menggunakan anggaran secara efektif dan efisien.

"Tidak semua harus dari APBD kabupaten. APBD provinsi bisa mengkaver," ujar Aprozi.

"Bisa melalui APBN. Pendapatan daerah dari pajak. Pasar tradisional juga bisa jadi sumber pendapatan," imbuhnya.

Adapun Abdi mendapat pertanyaan mengenai upaya mendorong kemajuan sektor pendidikan.

Agung memastikan telah berkomitmen menggratiskan biaya pendidikan.

"Ke depan, akan ada beasiswa bagi anak pintar dari keluarga kurang mampu," kata Agung.

"Hafiz (penghafal) Al-Qur'an juga akan dapat kesempatan yang sama untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan di universitas," imbuhnya.

Stunting Perempuan hingga Pupuk Langka

Pada segmen keempat, pasangan cabup-cawabup Lampura memiliki kesempatan bertanya kepada pasangan lainnya.

Abdi, yang mendapat kesempatan bertanya kepada Oce, melontarkan pertanyaan soal langkah mengatasi stunting (kurang gizi yang berakibat keterlambatan pertumbuhan, terutama tinggi badan) pada perempuan.

Ice Suryana menjawab akan membuat perempuan cerdas dan pintar melalui pendidikan dan pembelajaran politik.

"Memberi kesempatan kepada perempuan untuk mengambil keputusan. Kesetaraan harus ada dalam segala hal," katanya.

Oce, yang mendapat kesempatan bertanya kepada ZA, menanyakan tata kelola pertanian jika terpilih dalam Pilkada 27 Juni 2018.

Zainal Abidin berjanji tidak akan ada kelangkaan pupuk. Ia juga akan mengupayakan agar pupuk bisa gratis.

M Yusrizal menambahkan, pihaknya akan memantau distribusi pupuk supaya tepat sasaran.

"Harus kerja sama dengan stakeholder (pemangku kepentingan) yang ada," ujarnya.

Sementara ZA menanyakan kepada Abdi terkait dana desa yang baru mengucur setelah empat bulan.

Agung menjelaskan, pada tahun 2017, terjadi pemotongan dana alokasi umum oleh pemerintah pusat.

Sementara dana hibah belum turun dari Pemprov Lampung.

"Tapi tahun 2018 ini, sudah disiapkan dalam APBD dan segera dibayarkan," kata Agung.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved