Liputan Khusus Tribun Lampung
Kasus Baru HIV Meningkat 131 Persen di Lampung, AIDS Turun
Bahkan dalam lima tahun terakhir, jumlah kasus baru HIV meningkat sampai 131 persen
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Ridwan Hardiansyah
"Sampai saat ini, saya masih harus mengonsumsi ARV (obat untuk meredam penyebaran virus HIV). Bahkan, selama sisa hidup saya masih harus terus mengonsumsi obat itu," ujar Nes.
Dalam bersosialisasi, ibu dua anak tersebut pun memilih terbuka menyampaikan virus yang dideritanya.
Meski awalnya, Nes sempat mempertanyakan bagaimana reaksi teman-temannya saat mengetahui bahwa ia terjangkit HIV.
Sementara, Nor menutup rapat statusnya sebagai pengidap HIV.
Nor mengaku masih takut terhadap stigma dan diskriminasi terhadap ia dan keluarganya, apabila lingkungan sekitarnya mengetahui bahwa ia adalah orang dengan HIV.
"Di luar keluarga, tidak ada yang tahu bahwa saya mengidap HIV. Status HIV akan memengaruhi hubungan sosial saya beserta keluarga saya di masyarakat, khususnya lingkungan tempat tinggal saya," papar Nor.
Nor menceritakan, ia mengetahui bahwa dirinya terjangkit HIV pada 2007.
Hal itu setelah ia memeriksakan diri ke rumah sakit.
"Saya tidak pernah menyangka hasil tes saya positif HIV. Setelah itu, psikologis saya sempat jatuh cukup lama. Saya sudah tidak punya motivasi untuk hidup. Beruntung, keluarga menerima dan memberi dukungan," terang Nor.
Penyebab Narkotika
Meski tidak menyangka, Nor sebenarnya tidak terlalu terkejut ketika hasil tes menunjukkan positif HIV.
Sebab, ia merupakan penyalah guna narkotika di era 90-an.
Kini, Nor telah meninggalkan perilaku buruknya tersebut.
"Saya saat itu pengguna putaw. Awalnya, dosisnya masih sedikit, masih diisap. Lama kelamaan, dosis semakin banyak, sampai akhirnya pakai suntik," terang Nor.
Ia menduga, penggunaan jarum suntik secara bergantian dan tidak steril menjadi penyebab utama dirinya terjangkit HIV.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/simbol-aids_20151201_210423.jpg)