Anak Diare Masih Bingung Cara Mengatasinya? Simak Penjelasan Berikut
Setidaknya satu dari tujuh anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali setahun.
Penulis: Ferika Okwa Romanto | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Ferika Okwa Romanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Diare sering dianggap penyakit umum menyerang anak-anak.
Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar, diare adalah penyebab kematian pada anak nomor dua tertinggi di Indonesia.
Setidaknya satu dari tujuh anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali setahun.
Diare merupakan kondisi penderita mengalami buang air besar (BAB) lebih dari 2-3 kali dalam 24 jam ciri khasnya kondisi feses lembek atau cair disebabkan virus, bakteri, dan parasit.
Penyebab terbanyaknya, adalah rotavirus dimana jonjot usus rusak sehingga mengakibatkan produksi enzim laktase berkurang.
Baca: 70 Polisi Antar Bocah Ini ke Sekolah karena Alasan Pilu
Imbasnya, laktosa tidak tercerna dan tidak dapat diserap sehingga diare semakin berat, kembung, dan tinja berbau asam. Kondisi ini, disebut intoleransi laktosa.
Menurut dr Amran Sp.A, saat anak diare, orangtua harus sigap dan cermat dalam mengambil tindakan pengobatan. Jangan sampai anak dehidrasi dan kekurangan gizi.
Penyebab diare pada anak jelasnya, faktor kebersihan dan 100 persen karena makanan. Makanan yang dikonsumsi mengandung kuman, sehingga harus dibersihkan.
Kondisi itu terjadi, akibat usaha tubuh untuk mengeluarkan makanan yang tidak cocok di dalam tubuh.
Saat penderita mencret, pastinya akan banyak mengeluarkan cairan dalam tubuh, sehingga harus lekas diganti.
Baca: Wanita di China Bersedia Sewa Pacar Palsu Harga Mahal Demi Alasan Ini
Semisal, mencret diperkirakan hilang sebanyak satu gelas cairan, maka secepatnya diganti dengan meminum satu gelas air.
Minuman terbaik penderita adalah oralit karena selama usus masih kotor, anak akan tetap mengalami mencret.
Mengatasi diare pada anak, cara terbaik adalah konsultasi ke dokter. Sedangkan anak masih mengonsumsi ASI, itu merupakan asupan terbaik menyembuhkan diare.
dr Amran mengatakan, banyak cara pencegahan penyakit diare. Mulai dari mengatur makanan anak, hindari makanan mengandung serat sayur, serta menjaga kebersihan dengan baik.
"Selain itu, menjaga kebersihan mencuci tangan sebelum makan. Disarankan siapkan sabun khusus untuk mandi dan cuci tangan," imbaunya.
Baca: Diprediksi Hidup Tak Lama, Bayi Kembar 7 Ini Bisa Tumbuh dan Wisuda Bersama
Membiasakan dan melatih anak mencuci tangan baik dan benar, merupakan cara terbaik untuk mencegah penyakit ini.
Sebab rutinitas ini bakal menjadi kebiasaan baik, dan setidaknya mampu mencegah masuknya kuman penyakit menyerang.
Apalagi, diare disebabkan karena faktor kebersihan.
Kebersihan dimaksud salah satunya berasal dari tangan tidak steril, kuku tidak bersih, lingkungan cenderung kotor, konsumsi makanan kurang higienis, dan sejumlah faktor lainnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/diare_20180519_192253.jpg)