Pilgub Lampung 2018

Kampanye di Tengah Ramadan hingga Lebaran, Waspada "Serangan" Sedekah dan THR

Masa kampanye Pilgub Lampung 2018 yang bertepatan dengan bulan Ramadan memunculkan kerawanan tersendiri.

Net
Ilustrasi sedekah. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Masa kampanye Pilgub Lampung 2018 yang bertepatan dengan bulan Ramadan memunculkan kerawanan tersendiri.

Selama puasa hingga memasuki Hari Raya Idul Fitri, 15-16 Juni mendatang, lembaga pengawas pemilu patut mewaspadai "serangan" sedekah dan tunjangan hari raya alias THR.

Dengan memanfaatkan masa kampanye, pemberian sedekah dan THR oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur beserta tim pemenangan kepada masyarakat berpotensi menjadi politik uang.

Karena itulah, Bawaslu RI mengeluarkan surat edaran khusus terkait larangan kampanye selama bulan Ramadan.

Anggota Bawaslu Lampung Iskardo P Panggar menjelaskan, pasangan cagub-cawagub dan tim sukses boleh menyalurkan zakat, infak, atau sedekah, selama tidak ada unsur kampanye.

"Pemberian uang atau materi lainnya dalam bentuk zakat, infak, sedekah, atau sebutan lainnya pada bulan puasa, boleh selama tidak mengandung unsur kampanye. Serta, pemberian uang atau barang sebagaimana pasal 73 dan pasal 187A UU (Undang-undang) Nomor 10 Tahun 2016 dan pasal 280 UU Nomor 7 Tahun 2017," kata Iskardo, Minggu (20/5/2018).

Lalu, bagaimana menghindari pemberian sedekah agar tak termasuk kategori kampanye?

Bawaslu mengimbau agar pasangan calon tidak membagikannya secara langsung kepada masyarakat, melainkan melalui lembaga resmi.

"Untuk menghindari potensi politik uang, Bawaslu mengimbau penunaian zakat, infak, dan sedekah dengan menyalurkan melalui lembaga resmi," ujar Iskardo seraya kembali mengingatkan pasangan calon agar tidak berkampanye di tempat ibadah.

Halaman
123
Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved