Kisah Hidup Michael Jordan: Takut Air, Ayah Dibunuh, hingga Tragedi 9/11

Negara Lebanon yang resmi dikenal sebagai Republik Lebanon adalah negara berdaulat di Asia Barat.

Editor: Yoso Muliawan
Pinterest
Michael Jordan harus menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya dibunuh secara sadis. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Michael Jeffrey Jordan merupakan legenda basket dunia. Namanya sangat identik sebagai ikon NBA.

Jordan merajai NBA sebanyak enam kali bersama klub Chicago Bulls (1991-1993, 1996-1998). Ia juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Jordan memutuskan pensiun dari dunia basket pada tahun 2003. Setelah itu, ia memilih menjadi pengusaha properti.

Berikut hal-hal menarik dari pemilik nama julukan Air Jordan ini, dirujuk dari Sportstardom.com.

1. Takut Air

Kenangan pahit masa kecil telah menyebabkan Jordan takut air.

Ketika masih kecil, ia melihat seorang teman baiknya tenggelam di air. Inilah yang membuatnya menjadi fobia air.

Pada usia 11 tahun, Jordan hampir tenggelam di sebuah kamp baseball. Peristiwa itu menambah ketakutannya terhadap air.

Sampai saat ini, Jordan masih merasa takut jika berada di sekitar perairan besar atau ketika di perahu kecil.

2. Tato Omega

Jordan diketahui memiliki tato huruf Yunani "Omega" di dadanya. Tato ini tak terlihat saat ia bermain basket.

Tato tersebut merupakan tanda komitmen untuk persaudaraan Omega Psi Phi, yang dikenal sebagai persaudaraan Afrika-Amerika pertama yang didirikan di sebuah universitas kulit hitam (Howard University).

3. Ayahnya dibunuh

Jordan mengalami pukulan besar dalam kehidupan dan kariernya ketika ayahnya ditembak mati ketika tidur di dalam mobil pada Juli 1993.

Mayatnya ditemukan di rawa-rawa di Bennettsville, South Caroline, Agustus 1993.

Sumber: Intisari Online
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved