Daging Sapi Tembus Rp 130 Ribu/Kg
Harga daging sapi di pasar tradisional di Bandar Lampung terus merangkak naik mendekati Lebaran.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Yoso Muliawan
LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Harga daging sapi di pasar tradisional di Bandar Lampung terus merangkak naik mendekati Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Dari Rp 110 ribu menjadi Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram.
"Dua hari ini, harga daging sapi Rp 120 ribu sampai 130 ribu per kg. Ada banyak permintaan daging sapi potong di pasaran mendekati Lebaran," ujar Iwan (52), pedagang daging sapi dan ayam di Pasar Tamin, Senin (11/6/2018).
Banyaknya permintaan konsumen membuat stok daging sapi pedagang selalu habis setiap hari.
"Hari-hari biasa, bisa jual 3 kg. Tapi saat momen seperti ini, bisa 40 kg dalam sehari. Bahkan bisa 100-150 kg (1 ekor sapi) sampai H-1 Lebaran nanti," kata Iwan.
Prediksinya, harga daging sapi akan melonjak hingga Rp 140 ribu per kg pada H-2 Lebaran, Rabu (13/6/2018) besok. Ini lantaran stok akan semakin menipis.
"Yang ambil stok daging bukan cuma partai kecil, tapi juga partai besar dengan jumlah banyak. Tahun kemarin saja, saya bisa habis 150 kg sampai H-1 Lebaran," tutur Iwan.
Sementara harga ayam potong malah mengalami penurunan dari Rp 45 ribu menjadi Rp 42 ribu per kg. Ini karena permintaan ayam potong sudah mulai berkurang.
Iwan mengungkapkan, permintaan ayam potong biasanya ramai lagi sesudah Lebaran, khususnya saat momen banyaknya acara pernikahan.
"Nanti ramai lagi pas musim nikahan. Bisa habis 100 ekor per hari. Kemungkinan nanti setelah Lebaran, pas banyak hajatan," ujar Iwan yang memasok daging dari Kotabumi dan Kalianda.
Harga Cabai Ikut Merangkak
Harga cabai di pasar tradisional di Bandar Lampung ikut merangkak mendekati Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Dari sebelumnya Rp 30 ribu per kg untuk cabai rawit dan Rp 20 ribu per kg untuk cabai merah, kini naik rata-rata Rp 35 ribu per kg.
"Harga cabai mulai naik. Jadi Rp 35 ribu/kg untuk cabai rawit maupun cabai merah," kata Gito, pedagang di Pasar Tamin.
Kenaikan harga cabai, jelas Gito, terjadi karena pasokan sudah mulai berkurang. Sementara permintaan konsumen terus naik.
"Stok cabai biasanya saya ambil dari luar Lampung, seperti Pasar Induk Jakarta. Dari lokal, biasanya dari Gisting (Tanggamus), Pringsewu, dan lainnya," ujar Gito.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pedagang-cabai-di-pasar-tamin_20180611_215206.jpg)