Jangan Pernah Tahan Buang Air Besar, Pria Ini Nyaris Tewas Gara-gara Sembelit

CT scan merekam bahwa kotoran di usus besarnya telah memadat, dan terjadi sindrom tekanan pada bagian perut.

Tayang:
NaijaFoodTherapy
Ilustrasi Sembelit 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jangan pernah meremehkan sembelit. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat membuat Anda kehilangan nyawa.

Seorang pria di Australia nyaris kehilangan nyawa setelah menderita sembelit selama tiga hari.

Pria berumur 53 tahun tersebut mendatangi unit gawat darurat (ICU) sebuah rumah sakit di Australia dengan mengeluhkan sembelit disertai rasa mual dan pembengkakan di perutnya.

Kondisi tersebut sudah terjadi selama tiga hari. Menurut laporan yang tertulis di BMJ Case Report, kaki kanan pria tersebut juga sangat dingin dan tidak bisa digerakkan selama kurang lebih 24 jam.

Tim dokter juga tidak bisa menemukan denyut nadi di kaki kanan pria tersebut.

Baca: Gara-gara Postingan Ini, Akun Instagram DPRD Lampung Dilaporkan ke Bawaslu

Dari rekam medis yang diperoleh, pria tersebut diketahui tidak mengonsumsi obat-obatan apa pun dan kondisi jantungnya tidak mengalami masalah, seperti dikutip dari Iflscience, Jumat (22/6/2018).

Hasil pemeriksaan menunjukkan, terjadi penyumbatan pada dubur pria tersebut oleh feses. CT scan merekam bahwa kotoran di usus besarnya telah memadat, dan terjadi sindrom tekanan pada bagian perut.

Akibatnya, feses yang padat membuat usus besar membengkak dan menekan arteri illiaca sebelah kanan dan menyebabkan rasa sakit di kaki serta kelumpuhan. 

Hasil scan perut pria di Australia
Hasil scan perut pria di Australia ()

Selain itu, tingkat kepadatan feses di usus pria itu sudah sangat parah dan mengganggu produksi asam pada ginjal sehingga terjadi metabolis asidosis atau gangguan ketika status asam-basa bergeser ke sisi asam akibat hilangnya basa atau retensi asam nonkarbonat dalam tubuh.

Baca: Karena Persoalan Sepele, Kapusdikmin Hajar Anggotanya Pakai Helm Baja

Para dokter segera melakukan operasi pada perut pria itu untuk mengambil feses di usus besar.

"Feses yang diambil jumlahnya sangat banyak dan dilakukan secara manual di bawah anestesi umum. Jumlah fesesnya sekitar 2 liter," kata tim dalam laporan mereka.

Setelah feses dikeluarkan, pria tersebut diberi obat sembelit dan sudah bisa keluar dari ruang ICU empat hari kemudian.

Namun, dia butuh kurang lebih 13 hari lagi untuk bisa berjalan normal.

Sementara itu, para dokter masih belum menemukan alasan feses di perut pria tersebut bisa menumpuk dan menyumbat di usus besar.

Menurut para dokter, kondisi sembelit seperti yang dialami pria dari Australia ini bisa berujung kematian.

Baca: Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Ridho Ficardo Divonis 3 Bulan, JPU Banding

Pada 2015, seorang gadis remaja yang memiliki fobia toilet harus meregang nyawa karena menahan buang air besar selama 8 minggu.

Penumpukan tersebut menyebabkan rongga dadanya menjadi tertekan dan akhirnya dia meninggal karena serangan jantung.

Jadi, segeralah ke toilet untuk buang air besar apabila Anda sudah merasakannya dan jangan menahannya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Kisah Nyata dari Australia, Pria 53 Tahun Nyaris Mati karena Sembelit

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved