Public Service

Solusi Atasi Cemas karena Mengerjakan Tugas Skripsi

Saya mahasiswa yang masuk tahap skripsi. Saya selalu khawatir (cemas), takut (dengan apa yang terjadi besok)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - YTH Psikolog. Saya mahasiswa yang masuk tahap skripsi. Saya selalu khawatir (cemas), takut (dengan apa yang terjadi besok), dan suka berpikir aneh (berlebihan) terhadap progres skripsi maupun pada saat seminar (sidang) nanti.

Baca: Tersisa 40 Unit, PNS Boleh Ambil Rumah dengan Uang Muka Rp 2 Jutaan

Baca: Ani Yudhoyono Ungkap Kondisi Terkini SBY di Rumah Sakit, Doa Pun Mengalir

Sehingga sehari-hari saya merasa tidak tenang dan kepikiran terus. Tolong bantu saya untuk menghilangkan gejala tersebut agar saya tenang menjalani kehidupan dan menyelesaikan skripsi. Terima kasih.

Pengirim: +6285779864xxx

Coba Menenangkan Diri

Banyak orang yang selesai SMA menginginkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan S1. Tugas akhir yang menguras enegi adalah proses skripsi.

Adalah hal yang wajar penyelesaian skripsi itu menyebabkan tekanan dan khawatir apabila banyak benturan ketika berhadapan dengan pembimbing skripsi, atau mungkin persoalan yang anda tulis tidak sesuai dengan kondisi saat ini sehingga menimbulkan perdebatan dengan pembimbing.

Hal yang bisa anda lakukan adalah:

1. Cobalah untuk menenangkan diri sehingga anda merasa nyaman dengan kondisi anda saat ini,
2. Ketika anda cukup merasa rileks, tariklah nafas secara dalam dan keluarkan apabila perlu sambil mendengarkan musik yang lembut dan menenangkan,
3. Cobalah untuk memejamkan mata, coba konsentrasi, hilangkan perasaan negatif, bayangkanlah lautan yang tenang atau sejuknya pegunungan,
4. Apabila anda sudah mampu mengelola perasaan anda, carilah teman yang tepat untuk membicarakan kekuatiran anda sehingga anda merasa lega,
5. Apabika perasaan anda sudah nyaman bukalah kembali skripsi anda dan bacalah secara perlahan, beri garis merah yang menjadi bahan perdebatan,
6. Temuilah pembimbing anda dan mohon saran penyelesaiannya,
7. Rajinlah untuk ke perpustakaan untuk menambah wawasan dan referensi anda,
8. Berdoalah kepada Tuhan sehingga anda merasa nyaman,
9. Minta dukungan dengan teman-teman misalnya mencarikan literatur atau buku sehingga membuka wawasan anda.

RETNO RIANI MPsi
Psikolog

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved