Diduga Hasut Massa Kepung Rumah Arinal, Orator KRLUPB Dilaporkan ke Polda Lampung

Sekretaris PD AMPG Lampung M Fadlil mengatakan, tindakan Apang tersebut diduga dilakukan saat melakukan orasi dengan KRLUPB.

Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Sekretaris PD AMPG Lampung M Fadlil saat melaporkan orator KRLUPB Rifki Indrawan alias Apang ke Polda Lampung. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Lampung melaporkan orator KRLUPB Rifki Indrawan alias Apang ke polisi. Apang diduga menebar ucapan kebencian dan menghasut masyarakat untuk mengepung kediaman Arinal Djunaidi.

Sekretaris PD AMPG Lampung M Fadlil mengatakan, tindakan Apang tersebut diduga dilakukan saat melakukan orasi dengan KRLUPB.

"Kami laporkan yang bersangkutan, Apang, atas ucapannya yang mengajak untuk mengepung kediaman Arinal Djunaidi. Karena ucapannya termasuk ke dalam ujaran kebencian dan provokasi kepada masyarakat," kata M Fadlil dalam siaran persnya kepada Tribunlampung.co.id, Jumat, 20 Juni 2018.

Baca: 4 Pemain Anyar Liverpool Seharga Rp 3 Triliun!

Baca: Kejati: Hukuman Penyalahguna, Pengguna, dan Korban Narkoba Berbeda

"Kami taat dan patuh terhadap aturan hukum yang berlaku. Maka ini bagian dari laporan ke hukum. Laporan diterima langsung oleh SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polda Lampung dengan Nomor STTPL/1066/VII/2018/Lpg/SPKT dengan terlapor Apang alias Rifki Indrawan," tuturnya.

Kuasa hukum Arinal Djunaidi, Ginda Ansori Wayka, menambahkan, upaya perseorangan atau kelompok memasuki rumah tanpa izin merupakan tindak pidana.

"Masuk dalam pekarangan tanpa izin saja pun dapat dipidana. Pasal 167 ayat 1 KUHP, yakni barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah," ujar Ginda. (*)

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved