PGN Sediakan Gas Alam Cair untuk Pembangkit Listrik Muara Tawar

PGN sendiri juga memasok gas ke PLTGU tersebut sebesar 27,27-40 BBTUD dari total kebutuhan sekitar 120 BBTUD.

Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Salah satu bagian floating storage and regasification (FSRU) gas alam cair (LNG). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjalin kerja sama pemanfaatan floating storage and regasification (FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung dengan PT PLN (Persero).

Sesuai kesepakatan, PGN akan menyediakan jasa regasifikasi LNG milik PLN untuk dialirkan menuju pembangkit listrik Muara Tawar.

Direktur Utama PT PGN LNG Indonesia Mugiono mengatakan, perjanjian pemanfaatan FSRU Lampung tersebut berlaku mulai 12 Juli 2018 sampai 28 Februari 2019.

"Kesepakatan ini juga termasuk pemanfaatan pipa transmisi South Sumatra-West Java (SSWJ) dan infrastruktur pendukung terkait. Dimana untuk pengoperasian FSRU Lampung dilakukan oleh PGN LNG," jelas Mugiono dalam rilisnya, Jumat, 20 Juli 2018.

Baca: Terpanjang Kedua di Asia Tenggara, Flying Fox di Metro Dibangun Tahun Ini

Pemanfaatan FSRU Lampung ini, lanjut dia, juga dalam rangka membantu PT PLN mendapatkan pasokan gas dalam waktu cepat pascabocornya pipa gas milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) di Bojonegara.

Seperti diketahui, kebocoran pipa gas bocor tersebut berdampak pada pasokan gas ke PLTGU Cilegon milik PLN.

PLTGU Cilegon diketahui memasok listrik ke sistem pembangkit listrik Jawa-Bali sebesar 150 KVa dengan kebutuhan pasokan gas sebesar 120 BBTUD.

PGN sendiri juga memasok gas ke PLTGU tersebut sebesar 27,27-40 BBTUD dari total kebutuhan sekitar 120 BBTUD.

“Penyaluran gas ini juga dalam rangka membantu turunnya pasokan gas ke PLN akibat kebocoran pipa gas milik CNOOC di Bojonegara,” imbuh Mugiono.

Lebih lanjut, jasa yang diberikan PGN kepada PLN antara lain penyandaran LNGC, penerimaan LNG dari LNGC, penyimpanan sementara LNG sebelum diregasifikasi, meregasifikasi LNG, transportasi dan penyerahan gas di titik penyerahan, dan pengukuran LNG dan gas yang akan digunakan untuk pembangkit Muara Tawar.

Baca: Gubernur Ridho Ultah Ke-38, Yustin Beri Kado Spesial

"Untuk kesepakatan regasifikasi, PLN akan menggunakan LNG milik sendiri, tapi berlaku juga klausul simpan pinjam yang berlaku sistem vice versa. Artinya, PGN diperkenankan meminjam lebih dulu LNG tersimpan milik PLN, begitu juga sebaliknya dengan kesepakatan terpisah untuk mekanisme pengembaliannya," jelasnya.

Meski tidak menyebutkan berapa nilai kontrak kerja sama tersebut, namun Mugiono menyebut PGN berpotensi memperoleh pendapatan jasa cukup signifikan.

Sinergi antara PLN dan PGN ini juga dalam upaya dukungan BUMN terhadap suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018, khususnya di Jakarta.

Pasokan LNG dari FSRU Lampung akan meningkatkan keandalan pasokan listrik karena sumber bahan bakar gas ke pembangkit PLN yakni PLTGU Muara Tawar dapat terpenuhi.

“Kerja sama ini sejatinya juga dalam rangka pemenuhan gas untuk mendukung pasokan listrik di Jawa dengan memanfaatkan terminal PGN FSRU Lampung, untuk menerima dan meregasifikasi LNG yang kemudian dialirkan melalui pipa South Sumatera West Java (SSWJ) menuju pembangkit listrik Muara Tawar,” pungkas Mugiono. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved