Dibalik Tampilannya yang Cantik, Siapa Sangka Awan Mamatus Jadi Tanda Datangnya Bahaya

Mammatus atau mammatocumulus adalah istilah meteorologikal yang digunakan untuk gumpalan-gumpalan awan yang menggantung di dasar awan.

Editor: Reny Fitriani
Intisari
Awan mamatus 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Awan mamatus ini memang cantik. Bentuk dan teksturnya unik.

Akan tetapi, awan mamatus merupakan tanda akan adanya bahaya.

Mammatus atau mammatocumulus adalah istilah meteorologikal yang digunakan untuk gumpalan-gumpalan awan yang menggantung di dasar awan.

Jika diperhatikan, gumpalan awan itu mirip dengan balon-balon yang berada dalam keadaan terbalik.

Baca: Perut Makin Membuncit, Rini Yulianti Abadikan Momen Kehamilan Saat Berlibur ke Bali

Ukurannya ada yang sama dan ada yang berbeda.

Awan indah ini biasanya terbentuk dalam awan kumulonimbus.

Baca: KPK Geledah Gedung DPRD Lampung Selatan, Bawa Benda Ini dari Ruang Komisi C

Akan tetapi, bisa juga terbentuk pada awan lainnya, seperti awan altocumulus, altostratus, stratocumulus, sirus, bahkan awan abu gunung berapi.

Selain itu, tekstur awan ini juga beragam, bisa terlihat halus dan bisa terlihat kasar.

Untuk warnanya juga beragam, bisa terlihat buram dan bisa terlihat transparan.

Awan Mamatus ini bisa terdiri dari es, cairan yang hampir seluruhnya berupa air, atau gabungan dari keduanya.

Awan cantik ini bisa memiliki diameter 1-3 kilometer, sedangkan panjangnya rata-rata 0,5 kilometer.

Oiya, mamatus si awan cantik ini sering dikaitkan dengan tanda bahaya. Kenapa demikian?

Konon, jika awan mamatus ini terbentuk di bawah awan kumulonimbus, maka akan terjadi badai besar atau tornado.

Nah, hal itu pernah terjadi di Texas.

Wah, tak disangka, ya, Mamatus si awan cantik ini ternyata merupakan tanda bahaya. (Intisari-Online)

Sumber: Intisari Online
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved