Stok Sapi Kurban di Bandar Lampung 1.500 Ekor, Kambing 3.000 Ekor

Dinas Pertanian Bandar Lampung memastikan kesiapan stok hewan kurban sapi dan kambing untuk Hari Raya Idul Adha.

Stok Sapi Kurban di Bandar Lampung 1.500 Ekor, Kambing 3.000 Ekor
Tribun Lampung/Perdiansyah
Petugas Dinas Pertanian Bandar Lampung memeriksa hewan kurban di lapak pedagang, Jalan Rasuna Said, Kecamatan Telukbetung Utara, Rabu (15/8/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BAYU SAPUTRA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Pertanian Bandar Lampung memastikan kesiapan stok hewan kurban sapi dan kambing untuk Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah.

Kepala Bidang Peternakan Distan Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo menjelaskan, potensi pemotongan hewan kurban di Kota Tapis Berseri mencapai 2.000 ekor sapi dan 4.000 ekor kambing.

"Sementara stok yang tersedia, baik di lapak maupun kandang, sekitar 1.500 ekor sapi dan 3.000 ekor kambing," katanya di sela-sela pemeriksaan hewan kurban di lapak pedagang hewan kurban di Jalan Rasuna Said, Kecamatan Telukbetung Utara, Rabu (15/8/2018).

Ichwan mengungkapkan, kekurangan stok sebanyak 500 ekor sapi dan 1.000 ekor kambing akan terpenuhi dari suplai luar daerah. Seperti Pesawaran, Pringsewu, hingga Lampung Selatan, tepatnya Kecamatan Jati Agung.

"Ada juga warga yang membeli langsung ke kabupaten terdekat, yang harganya lebih murah. Beli langsung ke peternak," ujarnya.

Terkait pemeriksaan hewan kurban, Distan Bandar Lampung akan meneruskannya hingga H+2 Idul Adha. Adapun Idul Adha atau Lebaran Hari jatuh pada Rabu (22/8/2018) pekan depan.

Bagi warga yang hendak berkurban, distan berharap agar teliti membeli hewan kurban. Selain umur harus di atas satu tahun untuk kambing dan dua tahun untuk sapi, distan mengingatkan warga tidak membeli sapi atau kambing yang cacat.

"Pastikan semua organ tubuh hewan sempurna. Tidak ada yang cacat, apalagi sakit, karena itu akan membahayakan masyarakat (yang akan mengonsumsi)," kata Ichwan.

Ia menambahkan, hewan kurban yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan akan mendapat surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari distan.

"Jangan beli hewan kurban yang tidak ada SKKH-nya. Kami ingin masyarakat aman dalam berkurban," ujar Ichwan.

"Dari dua tempat yang kami periksa hari ini, belum ada hewan kurban yang berpenyakit seperti cacing hati dan antraks. Untuk penyakit cacing hati, biasanya ada setiap tahun. Sebaiknya, masyarakat jangan mengonsumsi bagian hati (sebagai antisipasi)," imbuhnya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved