Alat Rekam Transaksi Mati di 2 Hotel, Manajemen Nyatakan Terkendala Wifi

Alat rekam transaksi pembayaran bernama Tapping Box di dua hotel di Bandar Lampung kedapatan mati.

Alat Rekam Transaksi Mati di 2 Hotel, Manajemen Nyatakan Terkendala Wifi
SHUTTERSTOCK/Kompas.com
Ilustrasi pajak 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ROMI RINANDO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Alat rekam transaksi pembayaran bernama Tapping Box di dua hotel di Bandar Lampung kedapatan dalam kondisi mati. Alhasil, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Bandar Lampung tak bisa mengetahui transaksi pembayaran, termasuk pajak, di dua hotel yang menjadi obyek wajib pajak itu.

Dua hotel yang ketahuan alat rekam transaksinya mati itu adalah Swiss-Belhotel Lampung dan Hotel Sheraton. Selain dua hotel ini, ada satu restoran yang juga kedapatan alat rekam transaksinya nonaktif.

BPPRD Bandar Lampung pun menyayangkan matinya Tapping Box di dua hotel dan satu restoran obyek wajib pajak tersebut. Apalagi, Kepala BPPRD Bandar Lampung Yanwardi menjelaskan, Tapping Box mati saat jam sibuk.

"Kami pasang Tapping Box untuk merekam transaksi di hotel dan restoran agar tidak ada kecurangan (terkait setoran pajak hotel dan restoran). Tapi, dari hasil kroscek petugas kami, tiga obyek pajak itu (dua hotel dan satu restoran) mati Tapping Box-nya saat jam-jam sibuk. Ini kami sangat sayangkan," katanya, Senin (20/8/2018).

Yanwardi mengungkapkan, pemasangan Tapping Box di 10 hotel dan restoran di Bandar Lampung telah berjalan beberapa bulan. Tujuannya, untuk memaksimalkan sekaligus meminimalisasi kebocoran pendapatan daerah dari pajak hotel dan restoran.

"Kalau ternyata mati, artinya sia-sia kami pasang alat itu. Kami kan memasang untuk memaksimalkan pendapatan daerah, mencegah kecurangan. Kalau begini, akan ada evaluasi dan sanksi," ujarnya.

Yanwardi menjelaskan, realisasi pengumpulan pajak dari rumah makan dan restoran saat ini baru 57 persen dari target Rp 60 miliar pada tahun 2018. Sementara untuk pajak hotel, ungkap dia, sudah 62 persen dari target Rp 42 miliar.

Kendala Wifi

Marketing Communication Executive Swiss-Belhotel Lampung Windi Nopandra menjelaskan, pihaknya tidak memiliki niat atau unsur kesengajaan untuk mematikan Tapping Box. Matinya alat tersebut, menurut dia, karena adanya kendala teknis, yakni ganguan pada wifi (hotspot).

"Kami tidak ada niat mematikan alat itu. Tapi, kemarin ada kendala teknis. Wifi-nya tidak hidup, karena modem dari pemkot rusak dan menggelembung. Tapi, sudah kami ganti dengan yang baru," beber Windi.

Sementara Asisten Director of Sales Manager Hotel Sheraton Lampung Prastia mengaku belum mengetahui matinya Tapping Box. Ia berjanji mengecek.

"Sampai saat ini belum tahu. Nanti kami cek ke manajemen, apakah ada kendala atau tidak," kata Prastia.

Penulis: Romi Rinando
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved