IIBF Lampung Ajarkan Pelaku Bisnis Agar Tidak Terjebak Utang

Mengajarkan para pelaku bisnis agar tidak terjebak utang dan mempunyai strategi bisnis yang bagus.

Tribunlampung/Sulis
Kelas rutin IIBF Lampung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hidup bukan hanya sekadar mengejar sukses tetapi juga menjadi orang yang bernilai. Sukses itu mampu membangun kehidupan yang berkualitas dan bisnis yang kuat sementara bernilai artinya memiliki manfaat untuk orang terdekat dan masyarakat di sekitar.

Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) terbentuk karena keinginan untuk menerapkan bisnis yang bernilai juga kuat.

Baca: Mau Mulai Bisnis? Yuk, Ikutan Business Class IIBF Lampung

"IIBF adalah media kita berkomunikasi satu dengan yg lain. Sama halnya seperti komunitas lain. Tetapi pembesarnya IIBF menekankan pada pembangunan karakter para pembisnis," kata Ketua IIBF Lampung Sugianto.

Anggota IIBF umumnya adalah mereka yang sudah bolak-balik ikuti workshop bisnis dan punya masalah dalam utang. "Maka disini dibangun karakternya untuk menapak ke jenjang yang lebih siap terhadap segala hegemoni perubahan bisnis," ujarnya.

IIBF terbentuk secara nasional sekitar 2009 dan di Lampung sendiri sekitar tahun 2011. Mempunyai visi Building Character and Wealth. Yakni membangun karakter pengusaha muslim yang bermain bisnis seperti pembisnis kelas dunia dan berkarakter mukmin yang takwa.

Baca: Waktu yang Tepat Makan Nasi bagi Lansia

"Anggota IIBF dari berbagai latar belakang. Sebut saja penyedia jasa, kontraktor, retail barang, pelaku bisnis kuliner, developer. Baik yang online maupun offline yang memiliki kesamaan visi," terangnya.

Sekretaris IIBF Lampung Nur Setiawan menjelaskan, karakter mukmin yang dimaksud adalah menjalankan bisnis yang sesuai kaidah Islam. Juga mencetak banyak pengusaha muda.

Selain itu mengajarkan para pelaku bisnis agar tidak terjebak utang dan mempunyai strategi bisnis yang bagus. Seperti bermitra atau berhutang sesuai kaidah syariat dengan cara yang tidak riba.

"Melalui IIBF diajarkan cara berbisnis yang tepat dengan strateginya," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved