Nelayan Mesti Waspada, Gempa Tremor Tetap Terjadi di Gunung Anak Krakatau
Aktivitas GAK di perairan selat Sunda masih fluktuatif.pada akhir pekan ini aktivitas gunung api tersebut cenderung menunjukkan penurunan.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan selat Sunda masih fluktuatif.
Kendati demikian, pada akhir pekan ini aktivitas gunung api tersebut cenderung menunjukkan penurunan.
Kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Andi Suardi mengatakan, hingga kini masih terpantau adanya letusan.
Namun untuk pemantauan secara visual terhalang kabut.
Baca: Kondisi Terakhir, Gunung Anak Krakatau Batuk 248 Kali
Baca: Meletus 578 Kali, Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Hitam Setinggi 600 Meter
“Untuk aktivitasnya masih fluktuatif. Masih terpantau adanya gempa tremor terus menerus dan letusan,” ujarnya kepada Tribun, Jumat (31/8).
Menurutnya, berdasarkan data Magma VAR pada Kamis (30/8) hingga pukul 24.00 WIB, tercatat ada 145 kali letusan dengan amplitudo 30-45 mm dan durasi 20—101 detik.
Untuk gempa tremor menerus dengan amplitudo 5- 45 mm. Dominan 15 mm.
Sedangan pada pengamatan CCTV pada malam hari masih terpantau adanya lava pijar pada kawah gunung.
Sejauh ini status GAK masih level II Waspda.
Pengunjung dan juga nelayan dilarang mendekat pada jarak sekitar 2 kilometer dari kawah gunung.(dedi/tribunlampung)
---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gunung-anak-krakatau-gak_20180824_174802.jpg)