Kenaikan Nilai Dolar Belum Berimbas pada Komoditas Ekspor di Tanggamus
Pengepul hasil bumi di Kota Agung mengaku belum merasakan kenaikan harga komoditas setelah nilai dolar tembus Rp 15.000.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: soni
Laporan Wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Pengepul hasil bumi di Kota Agung mengaku belum merasakan kenaikan harga komoditas setelah nilai dolar tembus Rp 15.000.
Menurut Kaciang, salah satu pengepul hasil bumi, imbas belum terasa karena nilai dolar baru saja naik.
Sementara pengepul di Tanggamus belum ada yang masuk skala eksportir.
Baca: Naiknya Dolar Tidak Pengaruhi Eksportir Lada
Untuk Tanggamus, komoditas hasil bumi yang masuk pasar ekspor kopi, kakao, lada, pala, dan cengkeh.
Itupun proses ekspornya dilakukan eksportir di Bandar Lampung atau Jakarta.
Baca: Jokowi Komentari Rupiah yang Hampir Sentuh Rp 15.000 per Dolar AS
"Kalau sekarang di sini harga belum berubah, sebab dolar itu baru naik kemarin, dan di sini juga tidak ada ekportir langsung," ujar Kaciang, Rabu 5 September 2018.
Ia mengaku, naiknya nilai dolar memberi rasa sedikit optimistis soal kenaikan harga hasil bumi.
Hal itu karena jaringan pasar yang tidak langsung, maka kenaikan pun dirasakan terakhir.
Saat ini harga pasaran komoditas kopi berada di angka Rp 19.000 per kg, kakao Rp 26.500 per kg, lada Rp 30.000 per kg, pala Rp 30.000 per kg, cengkih Rp 83.000 per kg. (tri yulianto)
---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pengepul-hasil-bumi-di-tanggamus_20180905_232800.jpg)