Gaspool Imbau Pengemudi Ojek Online Tidak Ganggu Kenyamanan Warga

Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online mengimbau para pengemudi ojol tak mengganggu kenyamanan warga.

Gaspool Imbau Pengemudi Ojek Online Tidak Ganggu Kenyamanan Warga
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Puluhan pengemudi ojek online lalu lalang dan berhenti di tepi Jalan Gunung Terang, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Senin (17/9/2018) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Kondisi ini telah berlangsung sebulan terakhir. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (Gaspool) mengimbau para pengemudi ojek online tak mengganggu kenyamanan warga. Ini terkait maraknya ojol yang lalu lalang dan mangkal di tepi jalan dekat rumah warga pada tengah malam, sebulan terakhir.

Pantauan Tribun Lampung, Senin (18/9/2018) sekitar pukul 23.00 WIB hingga tengah malam, puluhan bahkan ratusan pengemudi ojol lalu lalang di sepanjang Jalan Gunung Terang, Kecamatan Tanjungkarang Barat. Sebagian di antaranya berhenti di tepi jalan dekat rumah warga sambil memainkan aplikasi ojol pada ponsel mereka. Pemandangan serupa tampak di Jalan Pagar Alam (Gang PU).

Seorang pengemudi ojol berinisial An mengungkapkan, kondisi seperti ini sudah terjadi hampir sebulan. Bermodalkan kartu perdana ponsel, beber dia, sesama driver ojol mengorder seolah-olah mengantar jemput penumpang.

"Pakai kartu perdana yang murah, kami seolah-olah ada orderan," tutur An di tepi Jalan Gunung Terang. "Ini untuk mencapai target poin supaya dapat bonus besar," imbuhnya.

Maraknya pengemudi ojol lalu lalang dan berhenti di depan rumah warga pada tengah malam menuai repons dari beberapa warga. Sofyan, warga Jalan Pagar Alam, merasa istirahatnya terganggu karena suara berisik.

"Rame banget tengah malam. Saya kira apa, rupanya ojol-ojol lalu lalang. Banyak yang berhenti di depan rumah dan pos ronda. Suara motor dan orang-orangnya bikin nggak nyaman," katanya.

Demi kenyamanan warga, Ketua Umum Gaspool Miftahul Huda pun mengimbau rekan-rekan pengemudi ojol menjaga ketertiban. Pihaknya meminta para driver ojol tidak parkir sembarangan hingga mengganggu kenyamanan warga.

"Kalau lokasi jalannya sempit, jangan parkir di pinggir jalan itu," ujarnya.

Tribun Lampung belum berhasil mengonfirmasi manajemen ojol tersebut. Panggilan ponsel ke salah satu karyawan bagian manajemen ojol tidak mendapat respons.

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved