Tribun Bandar Lampung

Kantor Pajak Gelar Seminar Cegah Bangkrut dengan Handphone

Meski begitu, ada kendala yang tengah dihadapi para pelaku usaha UMKM ini, khususnya adalah terkait penyusunan keuangan.

Tribun Lampung/Ana Puspita Sari
Sebanyak 133 pelaku UMKM kuliner mengikuti pelatihan pembukuan keuangan bertajuk Cegah Bangkrut dengan Handphone di Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Senin, 1 Oktober 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung melalui KPP Pratama Tanjungkarang mengadakan pelatihan penyusunan keuangan kepada 133 pelaku UMKM kuliner.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk seminar bertajuk Cegah Bangkrut dengan Handphone.

Kepala KPP Pratama Tanjungkarang Ahmad Tirto Nugroho mengatakan, UMKM bidang kuliner saat ini memang tengah berkembang pesat di Lampung.

Di Bandar Lampung saja tercatat ada 2 ribuan UMKM di area KPP Pratama Tanjungkarang. 

Meski begitu, ada kendala yang tengah dihadapi para pelaku usaha UMKM ini, khususnya adalah terkait penyusunan keuangan.

Hal ini, menurut dia, menjadi ganjalan bagi para pelaku UMKM untuk memajukan unit usahanya.

"Untuk itu, kami coba berikan alternatif solusi untuk pembukuan keuangan dengan lebih mudah dan simpel," jelasnya di sela acara yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Senin, 1 Oktober 2018.

Baca: KPP Pratama Tanjung Karang Gelar Aksi Simpatik e-Filing di CFD Bandar Lampung

Baca: Letak Tahi Lalat Ternyata Bisa Menunjukkan Kondisi Keuangan Seseorang

Tirto menambahkan, pembukuan keuangan ini akan membantu pelaku UMKM mengetahui perkembangan usaha termasuk prospek ke depan dari usaha yang dijalankan.

Termasuk juga akan memudahkan menghitung kewajiban dalam hal partisipasi membayar pajak.

"Partisipasinya (membayar pajak) cukup baik. Untuk itu kita adakan pelatihan seperti ini secara berkesinambungan sebagai bentuk kami mendekat kepada pelaku usaha yang sedang berkembang. Jadi tidak hanya bicara pajak saja tapi juga memberikan solusi dalam pengembangan usahanya," imbuh dia.

Diharapkan dengan memahami dan menguasai penyusunan pembukuan keuangan dengan benar, partisipasi pelaku UMKM dalam membayar pajak meningkat, memudahkan melapor pajak sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga terhindar dari konsekuensi atas pelaporan pajak yang tidak benar.

Sementara itu, dosen Politeknik Keuangan Negara STAN Khusnaini menjelaskan, penyusunan pembukuan keuangan untuk pelaku UMKM bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Akuntansi UKM yang secara gratis dapat diunduh di Playstore.

"Aplikasi ini sudah banyak dipakai oleh pelaku usaha dan bisa digunakan baik di smartphone maupun laptop. Aplikasi ini bisa digunakan untuk membuat pembukuan dari banyak usaha, bahkan bisa sampai 30 usaha dalam satu aplikasi. Tanpa perlu belajar akuntansi untuk menggunakan aplikasi ini tapi output yang dihasilkan nanti sudah sesuai dengan standar akuntansi. Bisa digunakan secara offline, hanya perlu kuota saat download. Jadi cukup mudah," jelas dia. (*) 

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved