Tribun Lampung Selatan

VIDEO - Kapal Tongkang Bermuatan Nikel Terbalik di Pantai Belebuk

Dari keterangan para awak kapal, tongkang memuat nikel ore sebanyak 7.539,477 MT.

Penulis: Okta Kusuma Jatha | Editor: Daniel Tri Hardanto

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI – Sebuah kapal tongkang kandas dalam posisi terbalik di lepas Pantai Belebuk, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Senin, 1 Oktober 2018. Kapal tongkang tersebut diduga bermuatan nikel (biji besi).

Kasat Polairud Polres Lampung Selatan Iptu Yaya Sudrajat mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya kapal tongkang yang kandas di lepas Pantai Belebuk.

“Kita pun melakukan pengecekan langsung. Ditemukan sebuah kapal tongkang dalam posisi terbalik pada koordinat 05.51.281 S dan 105.42.052 E,” ujarnya kepada Tribun, Selasa, 2 Oktober 2018.

Kapal tongkang tersebut ditinggalkan oleh kapal tugboat yang menariknya.

Tugboat ini didapati di perairan tempat docking Raja Kapal di samping Dermaga 5 Pelabuhan Bakauheni.

Baca: Asyik Mancing, Pemuda Ini Terjatuh dari Kapal Tongkang

“Kita menemukan kapal tugboat TB Trans Pasific 211 yang menarik tongkang BG Pelita 08. Kapal tugboat ini dinakhodai oleh Marihot Pangaribuan dengan 10 ABK,” terang Iptu Yaya.

Dari keterangan para awak kapal, tongkang memuat nikel ore sebanyak 7.539,477 MT.

Kapal bertolak dari JT Tristako Marombo Sulawesi Tenggara dan hendak ke JT SPW Bojonegara, Banten.

Tongkang tersebut terbalik saat berada di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat.

Muatan tongkang pun tumpah ke laut di sekitar perairan Tanjung Kerawang.

Kapal tongkang tersebut tetap ditarik dengan posisi terbalik. Namun saat akan sandar di JT Bojonegara, TB Trans Pasifik 211 tidak bisa sandar karena arus kuat.

Kapal terbawa arus ke perairan antara Pulau Sangian dan Panjurit dan kandas di sekitar Pantai Belebuk.

Baca: BREAKING NEWS: Ratusan Penumpang Kapal Kandas Tertahan di Bakauheni

“Menurut keterangan nakhoda, kapal tongkang miring akibat hantaman ombak besar pada buritan saat melewati perairan Karimun Jawa. Sehingga terjadi kebocoran pada buritan sebelah kiri,” terang Iptu Yaya.

Saat terbawa arus hingga perairan dekat Pulau Sangiang, sempat datang TB Trans Pasifik 212 membantu menarik ke Bojonegara.

Namun karena kuatnya arus, kedua tugboat tidak mampu menarik tongkang.

Akhirnya tongkang ditarik ke dekat perairan Pantai Belebuk.

“Rencananya hari ini tongkang ditarik ke Raja Kapal di dekat Pelabuhan Bakauheni,” ujar Yaya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved