Sekjen PBB dan PM Malaysia Akan Kunjungi Palu 12-14 Oktober

Sekjen PBB) Antonio Guterres dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohammad akan mengunjungi Palu

Sekjen PBB dan PM Malaysia Akan Kunjungi Palu 12-14 Oktober
Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,  JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohammad akan mengunjungi Palu, Sulawesi Tengah, antara 12-14 Oktober mendatang.

Menurut Menko Polhukam Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, kunjungan Sekjen PBB dan Mahathir ini sebagai bentuk turut merasakan penderitaan warga Palu.

"Kunjungan ini dimaksudkan untuk menunjukkan keprihatinan terhadap terjadinya gempa bumi dan tsunami yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulteng, 28 September lalu," kata Menko Polhukam Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (9/10).

Baca: Liverpool Sumbangkan Kostum Lawan Napoli buat Korban Gempa Palu

Menurut Menko Polhukam Wiranto, kunjungan tersebut akan dilaksanakan di sela-sela Bali Forum yang akan digelar di Bali pada 12-14 Oktober mendatang.

Baca: Lukisan Tsunami Palu 4 Tahun Lalu Jadi Kenyataan, Sang Pelukis Sebut Idenya Berasal dari Mimpi

"Sementara yang minta (datang ke Palu) itu baru dua tokoh ini, kalau ada lagi ya tidak apa-apa, namanya solidaritas, ingin melihat, ingin memberikan satu rasa keprihatinan ingin mengunjungi di sana," jelas Wiranto, seperti dikutip dari laman Setkab.

Terkait dengan kunjungan tersebut, menurut Menko Polhukam, akan ada pengaturan agar perjalanannya aman, lancar, serta menemukan sasaran dalam kunjungan tersebut.

Tentunya, lanjut Wiranto, pada saat tamu VVIP ini berkunjung ke Palu perlu diatur dengan sebaik-baiknya agar perjalanan itu aman, lancar dan menemukan satu sasaran dalam rangka kunjungan serta tidak sembarangan.

Karena saat ini penerbangan di Palu sedang crowded mengingat banyak bantuan-bantuan yang datang.

Selain itu, lanjut Wiranto, karena masih masa tanggap darurat sehingga banyak kegiatan di lapangan yang sangat sibuk, terutama kegiatan alat-alat berat yang terus menerus bekerja di lapangan.

"Di sela-sela itukan kita harus menerima tamu ini. Kalau tidak kita atur nanti akan crowded, makanya kita atur, di sana host-nya siapa, entry briefing-nya, penjelasannya itu yang singkat, padat, jelas, siapa yang memberikan, yang meng-guidance siapa, lalu sasaran-sasaran yang perlu ditinjau siapa, kan tidak terus kita bebaskan saja. Jadi rapat hari ini sudah menyelesaikan pengaturan itu," paparnya.

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Editor: soni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved