Dekat dengan Jokowi, Moeldoko Ungkap Triknya Hadapi Orang yang Lagi Marah
Cerita Moeldoko Berani Hadapi Presiden Jokowi saat Marah dan 'Bad Mood'
Dekat dengan Jokowi, Moeldoko Ungkap Triknya Hadapi Orang yang Lagi Marah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Satu lagi cerita serba serbi dan di balik layar kepemimpinan Presiden RI.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Purnawirawan Moeldoko, bercerita ketika dirinya berada di lingkaran Joko Widodo.
Mulanya, pembawa acara Wahyu Muryadi menanyakan terkait kedekatan Moeldoko dengan Jokowi.
Baca: Fakta Mobil Model Cantik Masuk Jurang, Teman Prianya Terlempar dan Tewas
"Sebenarnya bapak punya kelebihan kalau misalnya mendekati Pak Presiden itu pernah gak suatu saat presiden itu kira-kira mood-nya lagi gak bagus, biasa, dong, presiden kan juga manusia, to? apalagi, lagi marah beliau," ujar Wahyu.
Moeldoko pun menjawab dengan menceritakan pengalaman-pengalamannya, apalagi, ini bukan pengalaman pertama dirinya menjadi asisten petinggi.
Oleh sebab itu, ia memiliki trik untuk menghadapi orang yang sedang tidak enak hati dengan cara memahami bahasa tubuh yang dikeluarkan.
"Saya dua kali menjadi kepala staf pribadi, waktu jadi Pangdamnya Pak Hendro (Hendro Priyono), terus waktu dulu jadi Wakasad saja juga jadi Kospri, jadi kita coba membahasakan bahasa tubuh, sehingga kita memang perlu ada sensitifitas," jawab Moeldoko.
Baca: Orang Terkaya Indonesia Dato Sri Tahir Tukarkan Dollar ke Rupiah Senilai Lebih dari Rp 2 Triliun
Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan ini juga bercerita kalau dirinya sering bercanda dengan Jokowi.
Di luar kebiasaan Jokowi yang membicarakan topik bahasan yang formal.
"Lebih ke bercanda-bercanda," kata Moeldoko.
Ia juga menjelaskan, tugas dari KSP yang berbeda dari Sekretariat Kabinet (Setkab) dan Sekretariat Negara (Setneg).
KSP memiliki tiga tugas khusus dalam mengawal presiden.
"Kalau urusan pemerintahan kan Setkab yah, kalau urusan negara kan Setneg, di sini kan yang berurusan dengan political will atau sisi politiknya dikelola oleh KSP," jelasnya.
"Jadi tugas KSP ada tiga. Satu mengelola isu-isu strategis."
Baca: Awal Mula Terbongkarnya Kasus Penculikan dan Pembunuhan Satu Keluarga, Ditemukan Mayat Terikat
"Berikutnya yang kedua melakukan komunikasi politik, kita melakukan komunikasi politik dengan berbagai pihak," ujar Moeldoko.
"Yang ketiga adalah memonitor dan mengevaluasi poyek-proyek strategis."
Lihat videonya:
Selain tugas yang disebutkan Moeldoko, dirinya juga sempat diberikan perintahkan Jokowi untuk mengintruksikan TNI membantu Polri dalam menghadapai terorisme.
Moeldoko pun menjawab perintah presiden bahwa TNI akan dibantukan untuk Polri.
Ini merupakan tugas konkrit yang dilakukan oleh KSP untuk membantu presiden.
Menurut Moeldoko, Satuan TNI yang dikerahkan tergantung dari kebutuhan Polri.
"Bisa nanti pengerahan Badan Intelijen Strategis untuk membantu intelijen dari kepolisian. Bahkan secara represif bisa menggunakan Satuan Gultor (Satuan 81) telah disiapkan," kata Moeldoko di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).
Menurutnya, TNI tetap berada di belakang Polri untuk memperkuat penanganan terorisme.
"Justru yang tetap yang di depan adalah kepolisian, TNI memberi perkuatan. Dikolaborasikan dalam menangani sebuah persoalan yang sama. Intinya di situ," jelas Moeldoko yang dikutip dari Tribunnews. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/moeldoko_20181015_142413.jpg)