Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Bunuh dan Jual Belikan Organ Tubuh Harimau Sumatera, 5 Terdakwa Divonis 3 Tahun

Majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman pidana tiga tahun penjara kepada lima terdakwa.

Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Lima terdakwa kasus perburuan dan jual beli organ tubuh Harimau Sumatera menjalani sidang vonis hukuman di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu, 17 Oktober 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman pidana tiga tahun penjara kepada lima terdakwa kasus perburuan dan perdagangan organ tubuh Harimau Sumatera. Hakim menyatakan kelimanya terbukti melanggar pasal 21 dan 40 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Sidang pembacaan vonis hukuman kasus perburuan dan penjualan organ tubuh Harimau Sumatera ini berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (17/10/2018). Kelima terdakwa masing-masing Sugiyanto, Untung, Poniman, Saripudin, dan Ahmad Irvan.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap lima terdakwa masing-masing selama tiga tahun, dengan denda masing-masing Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan," kata Yusenindar, ketua majelis hakim, yang membacakan vonis hukuman.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum Rosaman Yusa selaku pengganti JPU Sabi'in menuntut kelima terdakwa dengan hukuman pidana tiga tahun dan enam bulan penjara.

Menanggapi vonis majelis hakim, penasihat hukum kelima terdakwa menyatakan menerima. Pihaknya tidak mengajukan upaya hukum banding.

"Putusan majelis hakim final. Semua sama, lima terdakwa kena tiga tahun dengan denda Rp 50 juta subsider empat bulan. Kami terima," ujarnya.

JPU Sabi'in sebelumnya mendakwa Sugiyanto, Untung, Poniman, Saripudin, dan Ahmad Irvan telah merugikan negara akibat membunuh dan menjual organ tubuh satwa dilindungi.

"Terdakwa Untung, Sugiyanto, dan Poniman memasang tali jerat di sekitar TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) pada Maret dan April. Satu satwa dilindungi, yakni Harimau Sumatera, terjerat dan dibunuh," jelas Sabi'in.

Seekor Harimau Sumatera itu lalu diambil kulit, kuku, tulang, dan taringnya. Untung, Sugiyanto, dan Poniman lantas menjualnya kepada Saripudin dan Ahmad Irvan dengan penawaran Rp 20 juta. Oleh Saripudin, harga tersebut ditawar Rp 17 juta.

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso muliawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved