Warga dan Penjual Sayur Lihat Api Berkobar Usai Cium Bau Mutung

Untuk kesekian kalinya dalam 2-3 bulan terakhir, kebakaran terjadi lagi di Bandar Lampung.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Yoso Muliawan
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Si jago merah melahap rumah di Perumahan Bumi Asri, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Kamis sore, 25 Oktober 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Untuk kesekian kalinya dalam 2-3 bulan terakhir, kebakaran terjadi lagi di Bandar Lampung. Kali ini, ada dua peristiwa kebakaran sekaligus dalam sehari, Kamis (25/10/2018).

Pertama, api melahap sebuah rumah di Jalan Sisingamangaraja, Gang Goa Jajar, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat. Kedua, si jago merah menghanguskan sebuah rumah di Perumahan Bumi Asri, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian.

Menurut saksi mata, Rodiah (40), kebakaran di Jalan Sisingamangaraja, Gang Goa Jajar, terjadi pada pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, beber dia, rumah dalam kondisi sepi.

"Keadaan rumah sepi. Suami istri kerja semua, anaknya juga kerja. Enggak ada orang," tuturnya.

Rodiah dan tetangganya mengetahui terjadi kebakaran setelah seorang penjual sayur mencium bau seperti kayu terbakar.

"Awalnya kami nongkrong di pojokan. Pedagang sayur lewat. Nah dia cium kayak bau mutung. Setelah kami cek, ternyata rumah Bu Wati terbakar. Api sudah njilat-njilat," jelasnya.

Rodiah langsung berteriak meminta tolong. Sejumlah warga lalu datang dan berupaya memadamkan api.

"Langsung kami tarik selang, sedot air dari bak kamar mandi di rumah. Rumah kami posisinya di atas, jadi sulit air. Eh sempat pula ada ledakan dua kali, ya kami panik," tuturnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandar Lampung sempat mengerahkan 20 personel beserta tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Bandar Lampung M Rizki mengungkapkan, para personel damkar sempat kesulitan memadamkan si jago merah.

"Sebab, kondisi rumah itu di perbukitan yang padat penduduk. Mobil damkar sulit masuk. Jadi, harus tarik selang air yang panjang," ujarnya.

Meskipun demikian, petugas damar berhasil menjinakkan api lantaran belum terlalu membesar.

"Rumahnya semipermanen dengan luas 6 x 2 meter. Perkiraan kerugian Rp 8 juta," kata Rizki.

Dugaan sementara, kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik. Fattullah (38), pemilik rumah, memperkirakan, api muncul dari kabel televisi setelah terjadi korsleting listrik.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved