Public Service

Faktor Masih Maraknya TKI Lewat Jalur Ilegal

Saya mau tanya apa yang menjadi faktor masih maraknya masyarakat menjadi TKI/TKW lewat jalur ilegal.

Faktor Masih Maraknya TKI Lewat Jalur Ilegal
net
Ilustrasi - TKI 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - YTH Pengamat Sosial. Saya mau tanya apa yang menjadi faktor masih maraknya masyarakat menjadi TKI/TKW lewat jalur ilegal. Terimakasih atas penjelasannya.

Pengirim: +6285779876xxx

Dianggap Lebih Mudah

Baca: Makna Tafakur dalam Pandangan Islam

FAKTOR masih maraknya masyarakat menjadi TKI/TKW memilih jalur ilegal adalah karena dianggap lebih mudah. Sementara yang legal memiliki beragam kriteria misal dengan jumlah kuota yang terbatas, keterampilan dan sebagainya.

Jadi, memang betul-betul tenaga kerja yang berkualitas dan tidak sembarangan karena harus bagus dan terlatih dulu meskipun pekerjaannya pembantu rumah tangga, pabrik dan sebagainya.

Baca: Marak Isu Penculikan Anak, Mohon Dijaga di Setiap SD

Justru itu memang orang-orang yang benar siap dikirim dan terlatih betul ke luar negeri seperti bekerja di perusahaan-perusahaan, pekerjaan jalan, bangunan dan lainnya.

Namun persoalannya kita ini yang dikirim adalah sumber daya manusia (SDM). Nah pertanyaannya kira-kira mumpuni tidak? Makanya masyarakat kita lebih memilih melalui jalur ilegal karena kalau ilegal dilihat lebih mudah prosesnya tidak perlu keterampilan.

Sementara, kalau TKI/TKW yang dikirim secara legal syaratnya tentu tidak main-main misal mau dikirim menjadi baby sister maka benar-benar yang profesional misal ada tidak sertifikat baby sister yang baik.

Persoalan masyarakat kita tidak memiliki keahlian, hanya lulus SD dan SMP namun meminta dikirim menjadi TKW/TKI karena tergiur dengan janji yang besar. Akhirnya, mereka memilih seperti itu namun tidak memiki keahlian yang akhirnya itu menjadi permasalahan yang besar.

BARTOVEN VIVIT N
Pengamat Sosial Dosen FISIP Unila


Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved