Tribun Bandar Lampung

Masuk Musim Penghujan, Waspada Titik-titik Rawan Banjir dan Longsor di Bandar Lampung

Saat memasuki musim penghujan perlu mewaspadai tiga jenis bencana yang rawan terjadi yaitu banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Ilustrasi - Banjir di perum kalibalau kencana 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bagi masyarakat Bandar Lampung saat memasuki musim penghujan perlu mewaspadai tiga jenis bencana yang rawan terjadi yaitu banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Pernyataan tersebut diungkapkan Abdul Gani, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung saat dijumpai, Selasa (6/11/2018).

Baca: BREAKING NEWS - Masuk Daftar 6 Saksi, Nanang Ermanto Absen dari Persidangan Gilang Ramadhan

"Ya ada tiga jenis bencana yang rawan memasuki musim penghujan yaitu banjir, longsor dan pohon tumbang," terangnya.

Menurutnya, titik-titik rawan longsor dan banjir sendiri berada di beberapa wilayah yaitu Panjang, Tanjungkarang Barat (TkB), Telukbetung Barat (TbB), Kemiling, Bumi Waras (BW), Telukbetung Selatan (TbS), Telukbetung Timur (TbT), dan Kedamaian.

Baca: Waduh Tinggalkan Pesta Pernikahan dan Pasangannya, Mempelai Pengantin Ini Ikutan Tes CPNS 2018!

"Untuk longsor ini wilayah-wilayah yang ada tebingnya tentunya rawan longsor dan paling dominan di daerah Panjang. Sementara daerah seperti Sukarame dan Tanjung Senang tidak rawan longsor," ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk kontur tanah yang ada di wilayah Bandar Lampung sebetulnya semua kecamatan ada titik-titik rawan longsor namun intensitas kecil.

Sementara banjir di wilayah Bandar Lampung merupakan air kiriman seperti di daerah yang lokasinya berada di pinggir sungai dan juga pantai.

Baca: BREAKING NEWS - Disambut Isak Tangis Keluarga, Jenazah Wahyu Alldila Tiba di Rumah Duka

"Dari beberapa titik lokasi rawan banjir yang paling mendominasi yaitu wilayah TbT, TbS dan Kedamaian. Jadi, saat ada pertemuan antara aliran sungai (debit air meningkat) dan air laut pasang maka otomatis meluap," jelasnya.

Pohong tumbang sendiri, sambungnya, berpotensi khususnya di titik-titik seperti jalan protokol yang terdapat pohon besar karena pohon tersebut merupakan pohon tanam penghijauan yang sifatnya di atas lahan yang tidak alami misal ditanam di dekat lahan yang sudah disemen.

"Sehingga membuat akarnya tidak bisa berkembang dan pondasi tidak kuat yang akhirnya berpotensi mudah rubuh jika diterpa anging kencang," terangnya.

Lanjut Gani menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk penanganan banjir yaitu dengan melaksanakan normalisasi saluran air dan mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Ketika lama intensitas hujan mencapai satu jam terus menerus maka anggota baik yang di posko induk maupun posko siaga di kecamatan-kecamatan akan rutin melakukan patroli terutama daerah rawan banjir seperti pinggir pantai dan aliran sungai PDAM.

"Jadi tergantung wilayah yang pada saat itu terjadi hujan maka bisa menerjunkan anggota dari posko induk atau pos siaga yang terdiri di sembilan kecamatan yaitu TbU, Panjang, Bumiwaras, Tanjungkarang Timur, Kemiling, Rajabasa, dan Labuhan Ratu, serta di kantor dinas sosial, dan Sukabumi," paparnya.

Warga juga diimbau untuk tidak menebang pohon yang lokasinya berada di pinggiran bukit dan tidak mendirikan bangunan di pinggiran bukit. "Kalau ada pohon kan tentunya akarnya akan menahan namun ketika tidak ada tentunya akan berpotensi erosi ketika hujan sehingga mengakibatkan longsor," jelasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved