Mengupas Lirik Lagu Bohemian Rhapsody yang Fenomenal Sekaligus Kontroversial

Tak heran jika Bohemian Rhapsody menjadi salah satu karya Queen yang paling fenomenal sekaligus kontroversial.

Just Dance Wiki - Fandom
Queen 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bagi pecinta musik rock, khususnya di era 1970-1980, Queen bisa disebut sebagai salah satu band papan atas yang kerap dijadikan panutan.

Tidak sedikit grup musik yang menjadikan Queen sebagai rujukan.

Kemegahan dan kekayaan aransemen yang membuat grup band asal Inggris ini berbeda dari band kebanyakan saat itu.

Aransemen seperti itu sangat jelas terlihat dalam lagu Bohemian Rhapsody.

Tak heran jika Bohemian Rhapsody menjadi salah satu karya Queen yang paling fenomenal sekaligus kontroversial.

Bahkan, lagu itu dijadikan sebagai judul film biografi yang menceritakan kehidupan sang vokalis, Freddie Mercury, termasuk Queen itu sendiri, dengan judul yang sama: Bohemian Rhapsody.

Salah satu adegan dalam film Bohemian Rhapsody.
Salah satu adegan dalam film Bohemian Rhapsody. (Business Insider)

Lebih dari 43 tahun "Bohemian Rhapsody" dirilis Queen, tepatnya pada 31 Oktober 1975, dalam album yang tak kalah legendaris, A Night at the Opera.

Baca: Lebih Dekat dengan BE7, Band asal Lampung yang Rambah Belantika Musik Nasional

Lagu ini merupakan salah satu lagu yang unik, menginspirasi, dan menjadi salah satu lagu yang paling banyak dipelajari sebagai sejarah lagu rock dunia.

Dalam durasi 6 menit, lagu tersebut memiliki beberapa bagian seperti intro, segmen ballad dan segmen opera, serta rock yang dikemas apik.

Dilansir dari BBC America, lagu yang diciptakan sang vokalis Freddie Mercury pada awalnya sudah ditulis pada 1968 ketika dia masih menjadi mahasiswa di Ealing Art College, London. 

Rekaman lagu ini dimulai pada 24 Agustus 1975, di sebuah studio di Wales.

Kaya Makna

Lagu tersebut diawali dengan paduan akapela, "Is this the real life? Is this just fantasy?" yang kemudian dilanjutkan dengan permainan piano dari sang vokalis dengan dukungan permainan bas.

Sejumlah orang memaknai lagu itu tentang penyesalan seorang pemuda kepada orangtuanya karena telah membunuh.

Akibatnya, dia terancam dieksekusi mati.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved