Benarkah Makanan yang Amis-amis Bikin Luka Semakin Lama Sembuh? Simak Faktanya
Bagi sebagian orang mungkin pernah mendengar mengenai mitos makan yang amis-amis akan membuat luka tidak cepat kering.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bagi sebagian orang mungkin pernah mendengar mengenai mitos makan yang amis-amis akan membuat luka tidak cepat kering.
Misalnya, ketika luka, tidak dianjurkan makan telur atau daging, pasalnya hal itu akan membuat luka tidak lekas sembuh.
Lantas, apakah hal itu memang benar? menurut berbagi sumber, menyebutkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam hal menyembuhkan luka.
Hal itu bukan berarti makanan yang amis-amis menjadi faktor utama penyebab luka tidak lekas sembuh dan mengering.
Menurut beberapa pakar menyebutkan, ketika mengalami luka justru asupan gizi kita akan berpengaruh pada proses penyembuhan.
Salah satunya yang paling penting dan dibutuhkan adalah kadar protein, untuk itulah, memakan telur tentu sangat dianjurkan, terlebih pada bagian putih telurnya.
Untuk itulah, mengapa telur justru menjadi salah satu yang dianjurkan untuk dimakan ketika sedang mengalami luka.
Selain telur beberapa makanan yang dianjurkan antara lain, cokelat, brokoli dan kedelai juga dianjurkan untuk mempercepat penyembuhan luka.
Selain itu beberapa makanan yang justru sebaiknya dihindari saat terluka adalah makanan yang mengandung gula.
Hal itu dikarenakan gula akan mempengaruhi tingkat kolagen di tubuh Anda saat penyembuhan luka.
Pasalnya kolagen adalah salah satu komponen penting dari penyembuhan luka.
Akan tetapi, gula sangat berpengaruh, merusak kekebalan dan menggangu kemampuan sel darah putih untuk menghancurkan bakteri.
Hal itu membuat penyembuhan luka menjadi semakin lama.
Selain makanan yang mengadung gula makan rempah juga menjadi salah satu pantangan, rempah yang dimaksud seperti jahe, dan kunyit.
Hal itu dikarenakan rempah memiliki sifat yang mengurangi risiko pengumpalan dan pembekuan.
Padahal, penggumpalan atau pembekuan darah sangat penting untuk menyembuhkan luka.
Pasalnya, saat luka terjadi, darah akan menggumpal untuk menutup luka dan mengurangi pendarah mengalir. (Intisari-Online/Afif Khoirul M)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kain-kasa_20170311_164708.jpg)