Tribun Lampung Utara

Korsleting Listrik Dominasi Penyebab Kebakaran di Lampura, Warga Diimbau Lakukan Ini

Tercatat hingga pertengahan Nopember kasus kebakaran di Lampura mencapai 29 kasus.‎

Korsleting Listrik Dominasi Penyebab Kebakaran di Lampura, Warga Diimbau Lakukan Ini
Shutterstock
Ilustrasi. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Warga diimbau mematikan peralatan elektronik saat pergi dari rumah. Sebab, hingga saat ini, terbanyak penyebab kebakaran di kabupaten Lampung Utara diduga karena korsleting listrik.

“Mayoritas penyebab kebakaran korsleting listrik,” kata Muksin, Kepala Seksi Pemadaman‎, Satuan Polisi Pamong Praja, kabupaten Lampung Utara, Selasa (13/11).

Baca: Warga Kampung Gunung Tapa Ngadu ke Kejati Minta Usut Dugaan Korupsi Dana Desa

Ia menerangkan, hingga pertengahan Nopember kasus kebakaran di Lampura mencapai 29 kasus.‎ kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 1 Milyar
"Untuk korban jiwa tidak ada sampai sekarang," jelasnya.

Kecamatan Kotabumi Selatan menjadi lokasi terbanyak yang mengalami kebakaran rumah, yakni lima kasus.

Baca: BREAKING NEWS - Polres Lamsel Amankan 70.950 Bibit Lobster Senilai Rp 10 Miliar

Sisanya tersebar di Kecamatan Bukit Kemuning, Kotabumi, Abung Barat, Abung Selatan, Hulu Sungkai, Sungkai Selatan, Abung Kunang, dan Sungkai Barat.

Terakhir kata Dia, kebakaran menimpa Dua unit rumah warga di, Jalan Bukit Pesagi, Kotabumi Selatan, Lampung Utara hangus dilalap si jago merah, Minggu (28/10/2018) sekitar pukul 15.20 WIB.

Kedua rumah yang hangus terbakar itu ialah milik Ade Sumantri (40), dan Juanda (35). Besarnya kobaran api membuat keduanya sama sekali tidak berhasil menyelamatkan barang - barang mereka.

Dalam antisipasi kebakaran, pihaknya telah menyosialisasikan penanggulangan kebakaran baik kesekolah, maupun instansi.

“Ahamdulilah kejadian kebakaran berkurang pada tahun 2018. Karena Damkar Rajin memberikan sosialisasi pada masyarakat atau di sekolah-sekolah,” katanya.

Ia melanjutkan kedepan akan tekankan lagi pada anggota agar terus memberikan sosialisasi ke desa-desa atau tempat rawan terjadinya kebakaran. "Terus dan tetaplah waspada terhadap bahaya kebakaran," jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk mengganti sambungan listrik, apabila sudah rusak. Hal ini juga dapat menyebabkan arus pendek. "Saya Imbau kepada warga supaya ganti sambungan listrik. Copot charger hp, colokan TV, kipas angin jika tidak dipakai," jelas Muksin.

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved