Dari Backpackers ke Begpackers, Fenomena Turis Bule Kehabisan Uang lalu Mengemis

Dari Backpackers ke Begpackers, Fenomena Turis Bule Kehabisan Uang lalu Mengemis

Dari Backpackers ke Begpackers, Fenomena Turis Bule Kehabisan Uang lalu Mengemis
(Dok. Coconuts)
Dua orang turis mengemis di Pasar Samkong, Phuket, Thailand. 

Seperti turis yang menjual bendera di lampu merah dan membawa papan tulisan ia tuli dan turis yang menjual foto dirinya sendiri.

Fenomena ini sendiri lantas disebut 'Begpackers', singkatan dari beg dan backpackers.

Alias turis berbujet rendah yang berakhir mengemis.

Boris, seorang turis Rusia, tidur di garasi pemilik apotik sebelum dibawa ke rumah sakit.
Boris, seorang turis Rusia, tidur di garasi pemilik apotik sebelum dibawa ke rumah sakit. ((KOMPAS.com/A. Faisol))

Begpcakers menjadi kontroversi khususnya di Asia Tenggara.

Beberapa ada yang iba, banyak pula yang jengah.

Lantaran banyak yang menggangap mengemis karena kehabisan ongkos di negara berkembang tidak etis.

Di Indonesia begpackers perlahan muncul dengan kejadian turis mengemis, mengamen di Bali, dan turis kehabisan ongkos di Probolinggo, Pekalongan dan Jakarta.

Sampai saat ini belum ada solusi atau keijakan akan fenomena begpacker di Indonesia.

Mengais makanan di tong sampah

Turis asing tampak mengais di tong sampah di Bali.
Turis asing tampak mengais di tong sampah di Bali. (Screenshot Facebook via Kompas.com)

Video seorang wisatawan mancanegara (wisman) mengais makanan dari tong sampah viral di Bali.

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved