Breaking News:

Jokowi ke Lampung

Jokowi ke Lampung, Pakai Kaus dan Jins Borong Tempe di Pasar Tradisional hingga Bahas Hoaks Isu PKI

Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Lampung selama dua hari pada Jumat (23/11/2018) hingga Sabtu (24/11/2018).

tribun lampung/hanif mustafa
Jokowi tampak bersiap melepas jalan sehat di Tugu Adipura, Bandar Lampung pada Sabtu, 24 November 2018. Jokowi ke Lampung, Pakai Kaus dan Jins Borong Tempe di Pasar Tradisional hingga Bahas Hoaks Isu PKI 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Lampung selama dua hari pada Jumat (23/11/2018) hingga Sabtu (24/11/2018).

Kunjungan Jokowi ke Lampung pada hari pertama untuk urusan kenegaraan.

Sementara, kunjungan Jokowi ke Lampung pada hari kedua guna melakukan kampanye terkait pencalonannya pada Pilpres 2019.

Pada Sabtu sekitar pukul 06.50 WIB, Jokowi bersama istrinya, Irian, tiba-tiba muncul di Pasar Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Kehadiran Jokowi dan Iriana disambut antusias masyarakat.

Mereka berebut untuk sekadar menyapa dan bersalaman.

Banyak juga yang meminta untuk berfoto bersama.

Di Lampung Jokowi Blak-blakan Ingin Tabok Penyebar Hoaks PKI, Langsung Dijawab Aksi Polisi

Jokowi saat melintasi genangan air di acara temu petani Lampung di Desa Playangan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (24/11/2018). Jokowi ke Lampung, Pakai Kaus dan Jins Borong Tempe di Pasar Tradisional hingga Bahas Hoaks Isu PKI
Jokowi saat melintasi genangan air di acara temu petani Lampung di Desa Playangan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (24/11/2018). Jokowi ke Lampung, Pakai Kaus dan Jins Borong Tempe di Pasar Tradisional hingga Bahas Hoaks Isu PKI (kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

Jokowi pun mempersilakan beberapa warga untuk mendekat dan berfoto.

Jokowi dan Iriana hadir di Pasar Pasir Gintung dengan tampilan kasual.

Jokowi mengenakan kaus cokelat bertulis #01 dengan paduan celana jin biru dan sneakers berwarna hitam.

Sementara Iriana berjaket hitam-coklat dengan paduan celana hitam, topi dan sneakers putih.

Di Pasar Pasir Gintung, Jokowi membeli tempe.

Tidak tanggung-tanggung, Jokowi memborong 50 buah tempe.

"Pak Jokowi bayarnya Rp 100.000," ujar sang pedagang tempe, Sabtu.

Pedagang tersebut pun mengutarakan harapannya agar Jokowi yang kini masih menjabat sebagai presiden, dapat menstabilkan harga bahan pangan.

Selain tempe, Jokowi dan Iriana juga membeli 2 kilogram cabai hijau, 2 kilogram tomat, serta 4 ikat kangkung.

"Buat makan di rumah," kata seorang staf di kepresidenan.

Seusai blusukan di pasar, Jokowi langsung ke Tugu Adipura untuk mengikuti acara jalan sehat.

Bukan cuma membuka acara, Jokowi berbaur dengan ribuan peserta jalan sehat menyusuri rute sejauh 1,5 kilometer.

Adapun, rutenya mulai Tugu Adipura, Jalan A Yani, Jalan RA Kartini, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Raden Intan, dan kembali ke Tugu Adipura.

Acara jalan sehat itu diikuti oleh parpol koalisi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Lampung, relawan, dan masyarakat umum.

Turut hadir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, dan Bupati Lampung Timur Chusnunia, yang juga Ketua DPW PKB Lampung.

Setelah jalan sehat, sekitar pukul 10.00 WIB, Jokowi memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Koalisi Indonesia Kerja di Graha Wangsa, Telukbetung.

Jokowi sempat membahas soal isu harga bahan pokok, termasuk harga tempe.

Ia mengatakan pernah membeli tempe di Bogor seharga Rp 4.000.

Tetapi, saat ke Pasar Pasir Gintung, harganya ternyata lebih murah, yakni Rp 3.500.

"Itu dimakan tiga hari nggak habis, kalau dipotong-potong lima belas, tebal," kata Jokowi.

Isu soal tempe memang sempat ramai di ajang Pilpres 2019.

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, pernah menyebutkan bahwa harga sembako dan kebutuhan lainnya semakin mahal.

Termasuk, tempe yang kini semakin tipis seperti kartu ATM.

Jokowi juga menyinggung adanya orang masuk ke pasar tradisional dan tidak membeli apapun.

Namun ketika keluar pasar, ia mengatakan harga barang di pasar tradisional mahal-mahal.

Jokowi berharap tidak ada lagi yang menyebarkan keresahan harga di masyarakat.

Ia mengklaim telah berkali-kali membeli dan mengecek harga sembako dan kebutuhan lainnya di sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah.

"Jangan lagi ada yang masuk ke pasar, nggak beli apa-apa, keluar pasar lalu bilang wah harganya mahal-mahal. Orang nggak pernah ke pasar juga, tiba-tiba nongol di pasar, keluar-keluar bilang harga mahal," ujar Jokowi.

"Nggak mungkin orang superkaya, tiba-tiba datang ke pasar, nggak biasalah. Apalagi datang ke pasar, nggak beli apa-apa, tahu-tahu bilang ini mahal, ini mahal," lanjut dia.

Ia mengaku mengkhawatirkan pedagang pasar ketika ada yang menggembar-gemborkan harga barang naik.

Hal yang dikhawatirkan, tidak ada lagi orang yang mengunjungi pasar tradisional.

Oleh sebab itu, lanjut dia, yang perlu disampaikan adalah terjangkaunya bahan pangan di pasar tradisional.

Selain itu, Jokowi menyinggung isu hoaks tentang tuduhan dirinya terlibat PKI.

Karena itulah, ia meminta Tim Kampanye Daerah (TKD) Lampung bisa menguasai isu di media sosial.

"Semua orang bisa menyampaikan apapun di medsos. Lensa politik sudah berubah. Rakyat mau kerja konkret, kemudian isu. Soal isu ini bisa menggerus, presiden dan wakil presiden tidak bisa menggerakkan itu."

"Karena itu saya titip isu itu harus dimenangkan kita. Relawan bekerja, partai bekerja, tim bekerja dalam orkestrasi musik yang sama," ujarnya.

Targetkan 70%

Pada kesempatan yang sama, Ketua TKD Lampung Dedi Afrizal menargetkan Jokowi-Ma'ruf Amin menang dengan raihan minimal 70 persen suara di Lampung.

"Kita optimis minimal 70 persen suara untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Lampung," kata Dedi disambut tepuk tangan peserta Rakerda.

Di tempat yang sama, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, yang juga Ketua DPC PDIP Lambar, meyakini target 70 persen tersebut bisa tercapai di daerahnya.

"Insya Allah di Lambar bisa tercapai," kata Parosil.

Senada Bupati Lamtim Chusnunia (Nunik), yang juga Ketua DPW PKB Lampung, mengaku siap dengan target tersebut.

Menanggapi target itu, Jokowi pun meyakini bisa tercapai.

Ia mengaku sudah melihat peta politik di Lampung.

Kendati demikian, Jokowi menyebutkan ada dua kabupaten yang dianggap berat untuk mendulang suara, yakni Lampung Utara dan Tanggamus.

"Survei kita di Lampura terakhir baru mencapai 36 persen. Ini perlu kerja keras di sini. Dari pusat agar membantu biar naik seperti kabupaten lain. Kemudian kabupaten Tanggamus, masih 50:50, dua ini saja saya titip, hati-hati," kata Jokowi.

"Kita kerja berdasarkan data, bukan asal ngomong. Makanya sarapan pagi saya tadi itu angka-angka harga sembako, saya pelajari semuanya. Ini perlu kerja keras kita, kalau angka disampaikan tadi, yang target 70 persen, kita masih perlu kurang lebih 13-14 persen lagi," imbuhnya.

Temu Petani Pringsewu

Seusai memberi arahan di Rakorda TKD Lampung, Jokowi meluncur ke Pringsewu untuk kampaye soal pertanian.

Menurut Jokowi, persoalan paling mendasar dalam pertanian adalah air.

"Sering kali hujan banyak tapi waduk kita memang kurang, sangat kurang sekali," ungkapnya dalam acara Temu Petani Lampung di Dusun Pelayangan, Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu.

Jokowi membeberkan, pada 2014, ada sebanyak 231 bendungan dan waduk di Indonesia.

Jumlah itu sangat kecil bila dibandingkan di negara lain, semisal China yang mempunyai 110 ribu waduk dan bendungan.

Karena itulah, menurut dia, itu menjadi pekerjaan besar supaya bagaimana bisa menyediakan air untuk sawah-sawah di tanah air.

"Tanpa itu (ketersediaan air), lupakan yang namanya ketahanan pangan. Kita harus sadar kalau waduk kita kurang, bendungan kita kurang," ujar Joko Widodo.

Jokowi mengatakan, hal lain yang harus dipikirkan adalah irigasi, baik itu primer, sekunder maupun tersier.

Sehingga, petani yang tadinya hanya bisa menanam dan panen padi sekali dalam setahun, bisa menjadi dua kali.

"Jadi, saya sangat menghargai jika ada pembangunan waduk kecil pakai dana desa. Sebab, dana yang telah diberikan ke desa bukan dalam jumlah yang kecil," ujarnya.

Respons "Tabok"
Jokowi kembali mengungkit istilah "tabok" yang ia tujukan kepada para penyebar hoaks.
Ia merespons langkah aparat kepolisian menangkap JD, orang yang diduga menyebarkan fitnah Jokowi adalah anggota PKI.
Jokowi menyebutkan, bahwa proses hukum bagi JD itu adalah bentuk "tabok".
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan keinginan menabok orang yang menudingnya anggota PKI.
"Ya itu yang namanya menabok, ya itu, menabok dengan proses hukum," ujar Jokowi di Bandara Radin Inten II, Sabtu.
Jokowi pun mengingatkan bagi masyarakat, khususnya pengguna media sosial untuk berhati-hati.
Jangan sekali-sekali memuat unggahan kabar bohong, fitnah, dan sebagainya yang bisa merugikan orang lain.
"Jadi hati-hatilah dengan fitnah, membuat hoaks, hati-hati. Tabok itu ya proses hukum tadi," ujar Jokowi.
Dikutip dari Tribunnews.com, JD adalah admin akun media sosial, antara lain suararakyat23, suararakyat23id, suararakyat23ind, sr23.official, sr23official, sr23_official, suararakyat23_ind dan srct_dta.
Melalui akun-akun tersebut, JD menyebarkan berita bohong, pornografi, dan ujaran kebencian berbasis SARA.
Salah satunya adalah menyebutkan isu bahwa Jokowi PKI.
Ia menyunting foto Jokowi yang sedang berpose hormat, dengan menambahkan lambang palu arit dan tulisan hoaks. (beni/hanif/didik/kompas.com)
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved