Siapa Sosok Ganteng di Balik Polisi Gadungan yang Disebut Anggota Jatanras Polda Lampung?

Siapa Sosok Ganteng di Balik Polisi Gadungan yang Disebut Anggota Jatanras Polda Lampung?

Siapa Sosok Ganteng di Balik Polisi Gadungan yang Disebut Anggota Jatanras Polda Lampung?
tribunlampung/Hanif Mustafa
Foto pria yang digunakan pria bernama Musahir untuk melakukan dugaan penipuan. Polda Lampung Pastikan Foto Pria Tampan di Pesan Berantai WhatsApp adalah Polisi Gadungan. 

Siapa Sosok Ganteng di Balik Polisi Gadungan yang Disebut Anggota Jatanras Polda Lampung?

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang pria tampan yang disebut-sebut sebagai Polisi Gadungan mendadak viral di media sosial. Polisi Gadungan berwajah tampan itu disebut sebagai anggota Polda Lampung, berpose gagah mengenakan kaus bertulis Turn Back Crime. yang dipopulerkan Krishna Murti, mantan Direskrim Polda Metro Jaya.

Siapa sebenarnya sosok Polisi Gadungan bernama Briptu Musahir yang disebut dari Polda Lampung?

Dalam kartu identitas yang ramai beredar di WhatsApp, tertulis nama Musahir SH, dengan NRP nomor 89030022 dan bertugas di Polda Lampung.

Tiga Warga Prabumulih Tewas Ditembak, Begini Kondisi Anggota TNI yang Diduga Bunuh Diri di TKP

Musahir ditulis bertugas di Sat Reskrim Jatanras Polda Lampung.

Polda Lampung memastikan bahwa identitas pria tampan yang beredar di pesan berantai WhatsApp adalah polisi gadungan.

Pesan berantai Whatsapp yang berisi imbauan sempat beredar di masyarakat.

Pesan tersebut memuat foto seorang pria tampan yang disebut sebagai polisi gadungan.

Isi pesan berisi imbauan terhadap masyarakat agar berhati-hati.

Berikut, isi pesan berantai WhatsApp yang beredar.

"Mohon rekan-rekan sahabatku, apabila mendapati Org tsb agar diamankan, karena ybs adalah Polisi Gadungan, modus Penipuan, terutama Anak2 gadis, para orang tua agar Waspada'"

Pesan tersebut dilampiri foto seorang pria layaknya anggota polisi.

 Sudah Kencani Banyak Wanita, Aksi Perwira Polisi Gadungan Akhirnya Terbongkar

Selain foto wajah, foto kartu tanda anggota pria tersebut juga terlampir.

Di dalam kartu, tertulis nama Musahir SH, dengan NRP nomor 89030022 dan bertugas di Polda Lampung.

pesan berantai via whatsapp tentang polisi gadungan Musahir
pesan berantai via whatsapp tentang polisi gadungan Musahir (tribunlampung/Hanif Mustafa)

Tak hanya itu, ada juga lampiran surat pengajuan cuti pria tersebut dari satuannya di Jatanras Ditkrimmum Polda Lampung.

Menanggapi beredarnya pesan berantai WhatsApp tersebut, Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Sulistyaningsih memastikan, identitas pria bernama Musahir yang mengaku bertugas di Polda Lampung itu, tidak ada.

"Karena banyak laporan dari masyarakat, maka kami lakukan pengecekan. Hasilnya Musahir NRP Nomor: 89030022 tidak ada sebagai anggota polisi yang bertugas di Polda Lampung ini," ungkap Sulistyaningsih, Rabu, 5 Desember 2018.

Kartu Tanda Anggota Kepolisian Musahir yang diduga Polisi Gadungan
Kartu Tanda Anggota Kepolisian Musahir yang diduga Polisi Gadungan (tribunlampung/Hanif Mustafa)

Sulistyaningsih menegaskan bahwa pria tersebut dimungkinkan adalah polisi gadungan.

"Kami sudah banyak sekali mendapat telepon, terutama dari ibu-ibu yang menanyakan kepada kami Identitas pria tersebut. Kami sampaikan sekali lagi bahwa pria dengan identitas tersebut adalah polisi gadungan," tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan tampang serta pakaian yang dikenakan.

Apalagi, ia mengaku-ngaku sebagai anggota polisi.

"Untuk masyarakat, kami imbau untuk tetap berhati-hati, jangan mudah percaya, terutama ibu-ibu. Apabila merasa ragu silakan melapor ke polda atau polres di bagian SDM atau SUMDA, nanti akan ketahuan apakah polisi benaran atau gadungan," tutupnya.

Sementara, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Ajun Komisaris Besar Ruli Andi Yunianto mengaku sudah menerima info terkait pria mengaku polisi dan bertugas di Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung.

"Sementara sudah dengar informasi tersebut," ungkapnya.

Surat Izin Cuti Musahir, polisi gadungan
Surat Izin Cuti Musahir, polisi gadungan (tribunlampung/Hanif Mustafa)

Terkait KTA dan surat cuti yang sempat beredar, Ruli mengatakan, surat tersebut palsu.

"Tapi emang dari cara buatnya, palsu semua," timpalnya.

Sampai saat ini, kata Ruli, korban dari Lampung belum ada.

"Korban dari Lampung belum ada, informasi sementara itu viral di Padang. Kalaupun ada korban di Lampung, silakan melapor," tutupnya.

Ibu Guru Korban Polisi Gadungan

Kasus penipuan yang dilakukan polisi gadungan pernah terjadi di Madiun.

Telanjur jatuh cinta, seorang ibu guru rela menyerahkan kartu ATM berisi tabungan Rp 85 juta ke polisi gadungan.

Sang guru bukannya mendapatkan cinta pria yang mengaku sebagai polisi itu, tetapi malah menderita kerugian materil.

Ceritanya, berawal dari pengakuan JS sebagai intel polisi dan berpura-pura mencari pasangan hidup.

Dari tiga perempuan yang diperdayainya, JS (27) meraup uang hingga ratusan juta rupiah.

"Modusnya tersangka mengaku sebagai anggota intel Polres Pacitan. Lalu, ia berpura-pura mencari jodoh untuk dijadikan pendamping hidupnya," ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan, Senin (26/11/2018) siang.

Ruruh mengatakan, JS ditangkap setelah seorang guru SMA di Kabupaten Madiun berinisial DA melaporkan aksi penipuannya ke Polres Madiun.

Guru itu mengaku ditipu JS yang berjanji akan menikahinya.

Tak hanya ditipu, uang tabungan ibu guru sebesar Rp 85 juta habis dikuras tersangka JS.

Korban memberikan ATM tabungannya kepada tersangka lantaran merasa yakin akan segera dinikahi.

"Terakhir, korban menyerahkan laptop berharga Rp 6 juta kepada tersangka," tandas Ruruh. 

Aksi JS terungkap setelah korban curiga terus menerus memintanya uang dengan berbagai alasan.

Korban yang memiliki tetangga bekerja di Polres Pacitan lalu menanyakan status JS.

 Begini Modus Polisi Gadungan yang Telah Perkosa dan Peras 39 Korban Wanita

"Tetangga korban memberitahu kalau tidak ada nama tersangka yang bekerja sebagai intel Polres Pacitan," kata Ruruh.

Hasil pengembangan penyidikan, lanjut Ruruh, pria bujang itu sebelumnya sudah memperdayai dua perempuan lainnya.

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved