Tribun Lampung Selatan

Benarkah Tarif JTTS Berlaku Mulai Januari 2019? Simak Jawaban Hutama Karya

Pihaknya sedang mempersiapkan JTTS Bakauheni-Terbanggi Besar dapat beroperasi penuh pada liburan Natal dan tahun baru.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Gerbang Tol Sidomulyo, Lampung Selatan. 

Benarkah Tarif JTTS Berlaku Mulai Januari 2019? Simak Jawaban Hutama Karya

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI - PT Hutama Karya memastikan informasi pemberlakuan tarif Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mulai Januari 2019 mendatang tidaklah benar alias hoaks.

“Tidak benar informasi tersebut. Tarif tol masih menunggu SK dari Kementerian PUPR,” kata Hanung Hanindito, kepala PT Hutama Karya JTTS cabang Bakauheni-Terbanggi Besar, Kamis, 13 Desember 2018.

Menurut Hanung, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 kilometer dapat beroperasi penuh pada liburan Natal dan tahun baru mendatang.

“Kita sedang mengusahakan agar pada saat pelayanan Natal dan tahun baru, JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar bisa beroperasi penuh,” tandas Hanung.

Progres JTTS Bakauheni-Sabah Balau Sudah 97 Persen

Lalu kapan tarif JTTS mulai diterapkan?

Hanung kembali menegaskan, informasi tarif sedang dibahas di Kementerian PUPR.

Jika sudah ada informasi mengenai tarif tol, kata dia, pihaknya segera mengumumkannya melalui media.

“Kalau sudah ada informasi tentang penerapan tarif tol, kami akan beri tahu teman-teman media,” terang dia.

Sebelumnya, informasi mengenai pemberlakuan tarif tol JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar beredar di media sosial.

Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mulai Bakauheni hingga Terbanggi Besar sepanjang 140,9 kilometer ditargetkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini.

Slamet Sudrajat, pimpro ruas I dan II JTTS PT Hutama Karya, mengatakan, ruas tol Bakauheni-Tebanggi Besar akan diuji coba pada libur Natal dan tahun baru mendatang.

“Iya akan diuji coba untuk ruas Bakauheni sampai Terbanggi Besar,” kata dia, Kamis, 8 November 2018.

Slamet memastikan, JTTS Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 kilometer ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2018.

JTTS Bakauheni-Terbanggi Besar Beroperasi Penuh Akhir 2018

PT Pembangunan Perumahan (PP) menyatakan, ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 39,4 kilometer mulai dari Bakauheni hingga Sukamarga, Sidomulyo siap digunakan pada libur Natal dan tahun baru mendatang.

General Affair PT PP Yus Yusuf mengatakan, saat ini mainroad (badan jalan utama) sudah selesai 100 persen.

Kini pihaknya masih menyelesaikan tollgate (pintu tol) Sukamarga dan Kalianda.

“Untuk mainroad-nya sudah 100 persen selesai. Sudah bisa digunakan. Tinggal untuk tollgate (pintu interchange) Kalianda dan Sidomulyo yang masih dalam penyelesaian,” terangnya, Kamis, 8 November 2018.

Namun, Yus Yusuf memastikan pada awal tahun untuk pembangunan pintu tol (interchange) Kalianda dan Sidomulyo sudah selesai.

Tinggal saat ini, kata dia, yang menjadi kendala terkait dengan pembangunan rest areal di Kuripan dan Agom.

Karena proses ganti rugi lahan tambahan untuk rest area masih belum selesai.

“Tingga rest area yang belum. Karena memang proses ganti rugi lahannya belum selesai,” tegas Yus Yusuf. 

Tol Seharga Rp 41 Triliun

Kabar gembira untuk para pemudik, khususnya yang berencana pulang kampung ke Sumatera via jalur darat.

Itu setelah dikabarkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bagian selatan sudah dapat dilintasi pemudik pada Lebaran tahun depan.

Pemudik Bisa Lintasi JTTS Lampung-Palembang Seharga Rp 41 Triliun pada Lebaran Tahun Depan

Direktur Operasi I PT Hutama Karya (Persero) Bambang Pramusinto menjelaskan, pekerjaan JTTS bagian selatan jalur Lampung-Palembang dapat dilalui masyarakat sebelum Lebaran 2019.

Tol Bakauheni-Palembang memiliki panjang 380 kilometer.

Adapun yang menjadi bagian Hutama Karya yaitu sepanjang 347 kilometer dan ditargetkan selesai pada April 2019.

Sementara, 33 kilometer sisanya mulai dari ruas Kayu Agung-Betung, konsesinya milik badan usaha lain.

"Dengan demikian, selama empat tahun terakhir ini Hutama Karya telah menyelesaikan Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 290 kilometer dengan total investasi Rp 41,295 triliun," kata Bambang saat bertandang ke kantor Kompas.com, Kamis (1/11/2018).

Selanjutnya, untuk Sumatera bagian utara, yaitu dari Medan-Binjai, Hutama Karya sudah menyelesaikannya sepanjang 17 kilometer.

Terkait ruas yang masih dalam tahap konstruksi, seperti ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer, Bambang menjelaskan ruas tersebut sudah dilaksanakan konstruksinya sepanjang 53 kilometer pada tahun 2018, dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019.

"Ruas lain yang akan segera dimulai konstruksinya adalah Padang-Pekanbaru, Aceh-Sigli, Indrapura-Kisaran, Kualatanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Binjai-Langsa, serta Indralaya-Muara Enim," kata dia.

Selain tol, Hutama Karya juga melakukan pengembangan terhadap kawasan di sekitarnya.

HK pun menyatakan siap bekerja sama dengan kontraktor yang bersedia mengembangkan kawasan di sekitarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved