Tsunami Pesisir Lampung

BREAKING NEWS - Pengungsi di Balai Keratun Mulai Terserang Gatal-Gatal dan Tekanan Darah Naik

BREAKING NEWS - Pengungsi di Balai Keratun Mulai Terserang Gatal-Gatal dan Tekanan Darah Naik

Penulis: Romi Rinando | Editor: Safruddin
Tribunlampung.co.id/Romi Rinando
Pengungsi di Balai Keratun Pemprov Lampung memeriksakan kesehatan di posko yang tersedia, Selasa (25/12/2018). Banyak pengungsi mulai terserang gatal gatal dan tekanan darah naik. 

Laporan wartawan Tribun Lampung, Romi Rinando/Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejumlah warga yang mengungsi di Balai Keratun kantor Pemerintah Provinsi Lampung, mulai terserang berbagai penyakit mulai dari gatal- gatal diare, sampai tekanan darah naik.

Mereka yang terserang gatal-gatal batuk pilek kebanyakan anak-anak balita.

Sementara untuk pasien diare baru tercatat satu orang atas nama Kasirun (34).

Sedangkan untuk pasien yang mengalami tekanan darah naik kebanyakan berusia diatas 40 tahun.

SK Bandar Udara Internasional Radin Inten II Terbit, Pemprov Lampung Jajaki Garuda dan Lion Air

Dr Theresa tim medis di posko kesehatan Pemprov Lampung mengatakan, saat ini banyak penggungsi mengalami penyakit gatal-gatal, hipertensi, dan diare.

"Paling banyak yang dikeluhkan gatal-gatal, tekanan darah naik, kalau diare baru satu orang,” kata Theresa, di posko kesehatan, pemrov, Selasa 25 Desember 2018.

Dia menjelaskan, sejak pagi Selasa hingga siang, posko kesehatan sudah memeriksa 27 warga dengan keluhaan penyakit gatal-gatal.

Ada juga kepala pusing batuk pilek, tekanan darah naik, dan juga luka pada jempol kaki akibat cantengan.

Dia menambahkan, berbagai keluhaan penggungsi semuanya masih bisa ditangani tim medis yang berada di pokso kesehatan, dan belum ada pasien yang sampai dirujuk ke rumah sakit.

"Sampai saat ini semua masih bisa kita tangani, belum ada yang sampai harus dirujuk, karena obat-obatan juga kita cukup memadai,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengatakan Kementerian Kesehatan memiliki buffer stok obat-obatan.

Karenanya tidak perlu khawatir akan stok obat - obatan untuk penanganan kesehatan para korban terjangan gelobang tsunami di kawasan pesisir Lampung Selatan dan Banten.

Ia mengatakan, dengan kondisi cuaca saat ini yang masuk musim penghujan.

Tinggal di tenda-tenda pengungsian tentu rawan akan mengalami sakit. Apalagi banyak anak-anak yang ikut orang tuanya mengungsi.

"Keadaan seperti ini, dengan iklim seperti ini tinggal dipengungsian. Banyak yang rentang, terutama anak-anak. Umumnya terkena gelaja batu pilek dan ispa," kata Menteri dia saat melakukan peninjauan ke posko terpadu di Desa Way Muli Timur Kecamatan Rajabasa.

5 Tsunami Paling Mematikan di Dunia, Di Indonesia 2 Kejadian

Menkes bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita , Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menko Pembangunan Manusia  dan Kebudayaan, Puan Maharani mengunjungi korban tsunami di Lamsel, Selasa (25/12).

Nila mengatakan dari laporan yang didapatkannya stok obat-obatan untuk penanganan para korban luka-luka dan warga yang mengalami gangguan kesehatan cukup.

"Untuk stok obat-obatan cukup. Jika memang disini kurang, kita punya buffer stok di kementerian. Tidak perlu khawatir tidak perlu khawatir," terang dirinya.

Nila juga meminta untuk dinas kesehatan untuk memperhatikan sistem sanitasi bagi para warga yang mengungsi. Karena ini juga dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan.

Ia juga menyarankan untuk warga mulai membuka dapur umum secara bekelompok.

Kegiatan seperti ini bisa menjadi ajang hiburan untuk menghilangkan trouma akan perisitwa terjangan gelombang tsunami beberapa waktu lalu.

"Saya sarankan untuk mulai membuka dapur umum secara berkelompok. Ini bisa menjadi kegiatan bersama. Dimana warga bisa saling berbincang-bincang," ujar Nila Moeloek.

Dikenal Pekerja Keras, Ini Sosok Dylan Sahara Istri Ifan Seventeen yang Jadi Korban Tsunami Banten

Ngungsi di Kaki Gunung

Warga di pesisir Kecamatan Rajabasa, khususnya di Desa Way Muli Timur, Way Muli Induk dan Kunjir memilih untuk tetap tinggal ditenda-tenda pengungsian yang mereka bangun di atas kaki gunung Rajabasa.

Warga masih khawatir, terjangan gelombang tsunami sewaktu-waktu kembali akan terjadi.

Apalagi aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang ditenggarai menjadi penyebab terjadinya gelombang tsunami juga masih cukup tinggi.

"Kalau siang, kita turun mengambil bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Tapi kalau malam kita kembali ke tenda pengungsian," kata Marsiti.

Dirinya mengatakan meski harus merasakan dinginnya angin malam serta gigitan nyamuk.

Ia dan keluarganya belum berani turun ke rumah mereka.

Saat peristiwa terjangan gelombang tsunami terjadi rumah mereka tidak rusak.

Namun rumah kerabatnya yang berada didekat pantai, hancur rata dengan tanah.

Di tenda berukuran sekitar 4x4 meter, ia dan beberapa kerabatnya tinggal bersama-sama diatas kaki gunung Rajabasa yang memiliki ketinggian sekitar 300 meter dari pinggir pantai.

"Ini kita satu keluarga besar. Ada 20 orang yang tinggal di tenda berbarengan," terang Imin

Herman Seventeen Meninggal, Yenny Wahid Ucapkan Duka Cita dan Ungkap Fakta Lagu Kemarin

Lebih dekat dengan Tribunlampung, subscribe channel video di bawah ini:

Keduanya mengaku untuk bahan makanan cukup. Dan selalu disuplay oleh tim tanggap darurat.

Begitu juga dengan beberapa barang kebutuhan lainnya. Hanya saja dirinya berharap ada bantuan tenda yang lebih baik lagi untuk tempat mereka mengungsi.

"Memang ada tenda dibawah didirikan untuk mengungsi. Tapi kan kita masih khawatir sewaktu-waktu gelombang tsunami bisa kembali terjadi," tandas Imin.

Ini pun diakui oleh Jumani warga Way Muli lainnya yang juga mengungsi ke atas gunung. Rumahnya hancur diterjang tsunami. Beruntung keluarganya selamat dalam peristiwa tesebut.

"Kalau siang kita ada yang turun. Tapi kalau malam warga mengungsi ke atas gunung,"ujarnya.

Ratusan warga di desa Way Muli Timur, Way Muli Induk dan Kunjir memilih mengungsi ketempat yang lebih tinggi salam malam hari.

Warga masih khawatir terjangan tsunami kembali akan menghantam kawasan pesisir yang menjadi tempat tinggal mereka. (rri/ded)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved