Tsunami Pesisir Lampung
VIDEO - Derita Pengungsi di Kaki Gunung Rajabasa, Berbasah-basahan dengan Tenda Seadanya
Hujan yang mengguyur dalam dua hari terakhir menambah penderitaan para pengungsi di kaki Gunung Rajabasa, Lampung Selatan.
Penulis: Okta Kusuma Jatha | Editor: Daniel Tri Hardanto
VIDEO - Derita Pengungsi di Kaki Gunung Rajabasa, Berbasah-basahan dengan Tenda Seadanya
Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJABASA – Hujan yang mengguyur dalam dua hari terakhir menambah penderitaan para pengungsi di kaki Gunung Rajabasa, Lampung Selatan.
Dengan hanya beratapkan tenda terpal dan plastik, mereka terpaksa merasakan kedinginan dan juga tetesan air hujan.
Warga tidak memiliki pilihan lain. Untuk bertahan di rumah, mereka khawatir datangnya gelombang tsunami susulan.
Apalagi sejak tragedi terjangan tsunami pada Sabtu, 22 Desember 2018, letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) terdengar cukup keras dari kawasan pesisir.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 116 Korban Tewas Sudah Ditemukan, 11 Masih Hilang
“Kita masih belum berani untuk tinggal di rumah, meski tidak rusak diterjang tsunami. Kita khawatir akan ada tsunami susulan,” kata Desi, ibu rumah tangga yang mengungsi bersama keluarganya, Kamis, 27 Desember 2018.
Warga berharap bantuan tenda atau terpal untuk membuat tenda yang lebih baik, sehingga saat hujan mengguyur, mereka tidak harus berbasah-basahan.
“Kita kasihan anak-anak. Sudah udara dingin, terkadang juga ada rembesan air hujan,” kata Neneng, wanita asal Desa Way Muli yang mengungsi di kaki Gunung Rajabasa.
Tidak hanya tenda yang lebih layak. Warga pun berharap ada bantuan selimut dan kelambu untuk anak-anak balita.
Pasalnya, pada malam hari cukup banyak nyamuk.
Hal lainnya yang juga dibutuhkan warga yakni lampu emergensi, pakaian anak, pembalut wanita, dan alat rumah tangga untuk memasak.
Mulai Diserang Penyakit
Tinggal selama empat hari di tenda, sejumlah pengungsi di kaki Gunung Rajabasa mulai terserang penyakit.
Kebanyakan warga mengeluhkan demam, batu, pilek, dan gangguan pernapasan.