Tsunami Pesisir Lampung
Sepekan Tsunami Berlalu, Kegiatan Ekonomi Masyarakat Mulai Menggeliat
Sepekan pascatsunami, kegiatan ekonomi masyarakat di daerah pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan mulai menggeliat.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
Sepekan Tsunami Berlalu, Kegiatan Ekonomi Masyarakat Mulai Menggeliat
Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJABASA - Sepekan pascatsunami, kegiatan ekonomi masyarakat di daerah pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan mulai menggeliat.
Dari pantauan Tribunlampung.co.id, Minggu, 30 Desember 2018, beberapa warga Desa Canti, Desa Banding, dan Desa Rajabasa, yang memiliki warung kelontongan sudah kembali membuka usahanya.
Namun, tidak demikian halnya dengan warga di Desa Way Muli, Desa Kunjir, dan Desa Sukaraja.
• Rekonstruksi Wilayah Terdampak Tsunami Difokuskan di 4 Desa
Aktivitas warga di sana belum seperti biasanya.
Pasalnya, warga dari ketiga desa itu terkena dampak tsunami paling parah.
Alhasil, mereka masih berada di tempat-tempat pengungsian.
“Warga masih mengungsi. Mereka masih belum berani pulang. Untuk yang rumahnya tidak rusak, mereka pulang hanya untuk membersihkan rumah. Sore masih kembali ke tempat pengungsian,” terang Siti, warga setempat.
Upaya Rekonstruksi
Pascamusibah tsunami, upaya rekonstruksi dan rehabilitasi terus dikebut.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 116 Korban Tewas Sudah Ditemukan, 11 Masih Hilang
Dari pantauan Tribunlampung.co.id, Minggu, 30 Desember 2018, sejumlah pekerja, petugas Dinas PUPR, dan dibantu aparat TNI, mulai membersihkan puing-puing bangunan di empat desa yang berada di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, yang luluh lantak diterjang tsunami.
Keempatnya adalah Desa Way Muli Timur, Desa Way Muli Induk, Desa Kunjir, dan Desa Sukaraja.
Beberapa alat berat dikerahkan untuk membersihkan puing-puing dan sampah.