Terungkap Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau, BMKG Khawatir Longsor, Potensi Tsunami?

Terungkap Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau, BMKG Khawatir Longsor, Potensi Tsunami?

Editor: Safruddin
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). 

Dwikorita menyebut, nantinya alat tersebut akan bekerja memantau pergerakan gelombang dan cuaca yang disebabkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Jika ada gelombang mengalami fluktuasi yang tinggi. Maka sensor akan mengirim sinyal ke pusat data yang terhubung.

"Secara pararel akan mengabarkan BMKG Jakarta, BPBD, dan Polda, akan diketahui lebih cepat jika ada gelombang tinggi seperti tsunami, jadi ada peringatan dini lebih cepat untuk masyarakat," pungkas dia.

Telan Korban 437 Jiwa

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Senin (31/12) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda menjadi 437 orang.

Dari jumlah total korban, sebanyak 426 jenazah sudah diidentifikasi dan dimakamkan.

Sementara sembilan jenazah hingga saat ini belum teridentifikasi.

Jumlah itu meliputi korban di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.

Dari lima kabupaten, daerah paling parah terdampak tsunami adalah Kabupaten Pandeglang.

Tercatat, korban meninggal dunia di wilayah ini paling banyak, yaitu 296 orang.

"Paling parah, baik jumlah kerugian maupun korban adalah Kabupaten Pandeglang. Korban kebanyakan adalah wisatawan yang sedang berkunjung ke tempat wisata, ditambah masyarakat lokal," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Selain korban meninggal, tercatat 14.059 orang luka-luka, 16 orang hilang, dan 33.721 mengungsi.

BNPB juga mencatat, akibat tsunami yang terjadi Sabtu (22/12), sebanyak 2.752 rumah rusak, 92 penginapan dan warung rusak, 510 perahu dan kapal rusak, serta 147 kendaraan rusak.

Data ini masih sangat mungkin bertambah seiring pencatatan yang terus dilakukan.

Lihat Perilaku 5 Orang Jemaah, Ustaz Abdul Somad Langsung Berhenti Ceramah: Bariskan Semua

Bawahan Bunuh Atasan Gara-gara Cuti, Tragedi Berdarah di Kebun Sawit PTPN II

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat, Terjadi 27 Kali Gempa Letusan

Dikunjungi Presiden

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved